PedomanBengkulu.com, Seluma – Dalam rangka pengendalian terhadap penduduk di Kabupaten Seluma dari pernikahan dini dan angka kelahiran anak yang tinggi, Pemerintah Kabupaten Seluma mengandalkan pendidikan sebagai solusinya. Hal ini dikatakan Wakil Bupati Seluma Suparto saat dijumpai di acara Sosialisasi Program Pengadalian Penduduk di Aula Bappeda.

“Dalam rangka menekan angka pernikahan dini, serta angka kelahiran anak di Kabupaten Seluma, saya berharap bahwa pendidikan dapat memberikan solusi yang tepat. Kita memang harus berupaya mengatur jarak kelahiran, serta dapat memberikan pendidikan yang maksimal, oleh itu pemerintah Kabupaten Seluma mencanangkan wajib belajar sembilann tahun,” jelas Wabup kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Selain itu, setiap desa harus memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk berekreasi dan memberikan pola pikir yang baik, baik itu berupa olahraga ataupun kegiatan kepemudaan yang positif lainnya, sehingga pernikahan dini dapat berkurang.

“Kita akan minta sampai ke Pemerintah Desa, untuk memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya, merubah pola pikir, sehingga bisa menekan pernikahan dini di Seluma,” jelas Wabup.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN Provinsi Bengkulu Iskandar mengatakan, bahwa sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Bengkulu, pengendalian penduduk sangatlah penting dilakukan, selain untuk kesejahteraan bagi keluarga, pengendalian jarak kelahiran juga penting bagi ibu.

“Pengendalian penduduk ini memang sudah menjadi program pemerintah Provinsi Bengkulu, dan ini memang perlu kita sosilisasikan,” jelas Iskandar.[YD]