PedomanBengkulu.com, Seluma- Tahap awal Anggaran dana 20 kelurahan di Kabupaten Seluma sudah masuk ke Kas Daerah sebesar Rp 3,7 M. Hanya saja, baru 13 Kelurahan yang telah mengajukan usulan rencana pembangunan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Seluma, Deddy Ramdhani mengatakan, saat ini baru ada 13 Kelurahan yang sudah mengajukan. Sedangkan 7 lagi belum ada masuk untuk pengajuan rencana kerja.

“Baru masuk 13 kelurahan. Usulan tersebut juga belum tepat, sesuai Permendagri. Jadi perlu dibahas ulang,” ujar Deddy kepada wartawan, Selasa 09 Juli 2019.

Disampaikannya, dari 13 kelurahan tersebut, banyak yang mengusulkan rehap. Sedangkan didalam permendagri itu tidak ada yang menyebutkan rehab, melainkan peningkatan.

“Perlu dibahas ulang. Karena kalau rehap itu harus jelas asal mula bangunan yang diajukan, agar tidak ada tumpang tindih aset, “ujar Deddy.

Sedangkan untuk proses pencairan itu sendiri, akan dicairkan secara serentak sebanyak 20 Kelurahan. Jika memang masih ada yang belum mengajukan maka akan ditunggu terlebih dahulu sampai semua kelurahan mengajukan.

“Pencairan secara serentak, dari 20 kelurahan yang ada di Kabupaten Seluma. Jika hal tersebut sudah memenuhi persyaratan,” jelas Deddy.

Sebelumnya, Tahap awal Anggaran dana 20 kelurahan di Kabupaten Seluma sudah masuk ke Kas Daerah sebesar Rp 3,7 M dari anggaran kelurahan yang bersumber dari APBD murni sebesar Rp 14 M yang dibagi 20 kelurahan, sehingga setiap kelurahan mendapatkan Rp 700 juta. Namun, sesuai dengan aturan, ada penambahan sebesar Rp350 juta perkelurahan dari APBN dengan totak Rp7 M. Sehingga disetiap kelurahan estimasi mendapatkan Rp 1,5 M.

Namun, dalam pencairan dana kelurahan tersebut, tidak berbeda dengan proses pencairan dana desa, yang dicairkan sebanyak tiga tahap. Hanya saja, kelurahan harus membentuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan menyusun perencanaan pembangunan. [YD]