PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menargetkan peremajaan Sawit Rakyat pada tahun 2019 seluas 3.581 ribu hektare lahan. Langkah ini diambil agar produktivitas sawit rakyat dapat meningkat dan memberi kesejahteraan pada petani.

“Progres replanting kelapa sawit pada tahun 2018 sudah selesai terlaksana seluas 1.004 hektare, target replanting kelapa sawit untuk tahun 2019 adalah seluas 3.581 hektare dan telah terealisasi sekitar 500 hektare kelompok tani yang mendaftar,” jelas Sasman, S.P. Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, melalui Tatang Suryadie, H. S.P,. M.Si. selaku Kabid Pengembangan.

Dia menambahkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan memberikan bantuan peremajaan dengan alokasi sebesar Rp25 Juta per hektare. Dana ini bisa digunakan untuk pembelian bibit, biaya pembersihan lahan dan penebangan pohon.

“Untuk proses pencairan dana hibah dari BPDPKS langsung dicairkan kepada kelompok tani melalui bank yang telah disepakati,” jelasnya di Kantor Dinas Perkebunan, Kamis (4/7/2019).

Hal senada juga disampaikan Kasi Peremajaan dan Diversifikasi, Surya Mulyadi, S.P, untuk itu kita menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara yang memiliki kebun kelapa sawit tidak produktif lagi, layak untuk diremajakan atau menggunakan bibit asalan agar segera berkoordinasi ke Dinas Perkebunan dan memenuhi persyaratan mengajukan dana hibah replanting kelapa sawit.

Adapun proses pencairan dana langsung diterima oleh petani melalui bank mitra BPDPKS dan dapat dimanfaatkan langsung oleh kelompok tani tersebut.

“Sedangkan peran Dinas Perkebunan hanya untuk memonitoring dan merangkul masyarakat dalam proses replanting kelapa sawit,” jelas Kasi Peremajaan dan Diversifikasi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Batu Jorong Asrin Effendi menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara yang telah memberikan dana hibah. Hal ini sangat membantu masyarakat petani kelapa sawit.

“Proses dana hibah ini sangat mudah dan langsung diterima oleh petani melalui rekening Bank mitra BPDPKS,” pungkasnya. [Evi Kusnandar/Adv]