Rapat komisi amdal Provinsi Tol Bengkulu – Lubuk Linggau di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Bengkulu, Rabu (3/6/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan rapat komisi amdal Provinsi Tol Bengkulu – Lubuk Linggau di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Bengkulu, Rabu (3/6/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Sorjum Ahyan setelah rapat menyampaikan berita acara penetapan amdal akan diselesaikan dua minggu setelah rapat komisi amdal Tol Bengkulu Lubuk Linggau.

“Dua minggu setelah rapat ini akan dilakukan perbaikan dan ditetapkan terkait amdal Tol Bengkulu Lubuk Linggau,” kata Sorjum Ahyan.

Lihat juga : Pro Kontra Tol Bengkulu-Lubuk Linggau

Lanjut Sorjum Ahyan, setelah selesai amdal Tol Bengkulu Lubuk Linggau akan di tetapkan sebagai dokumen lingkungan amdal Bengkulu.

“Setelah selesai barulah akan ditetapkan sebagai dokumen lingkungan amdal pembangunan tol Bengkulu Lubuk Linggau,” kata Sorjum Ahyan.

Sorjum Ahyan mengatakan penargetan peletakan batu pertama yang akan dilakukan Presiden RI akan dilaksanakan pada akhir Juli atau paling lambat awal Agustus, tergantung dengan penyelesaian Dokumen Amdal yang dilakukan PT. Hutama Karya.

“Tergantung dokumen amdal yang dibuat oleh pihak PT. Hutama Karya, semakin cepat maka semakin baik,” kata Sorjum Ahyan.

Diketahui rapat komisi amdal Provinsi Tol Bengkulu – Lubuk Linggau di hadiri oleh Bupati Kepahyang, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, serta kepala desa yang dilalui jalur jalan Tol Bengkulu Lebuk Linggau.

Simak juga : Gubernur Minta Batu Pertama Tol Bengkulu-Taba Penanjung Diletak oleh Presiden

Tol Bengkulu Lubuk Linggau merupakan jalan tol pertama di Bengkulu yang akan menembus Bukit Barisan melalui terowongan dengan target penyelesaian konstruksi seluruh jalan pada Desember 2022, dengan Amdal satu kesatuan antara trowongan dan jalan tol.

Sedangkan, jalan Tol Bengkulu Lubuk Linggau ini akan di bangun oleh PT Hutama Karya (HK) sebanyak 3 tahapan. Tahapannya yakni Kota Bengkulu menuju Taba Penanjung Bengkulu Tengah, dilanjutkan menuju Kepahiang dan tahapan menuju Rejang Lebong.

Jalan tol tersebut akan dibangun dengan anggaran mencapai Rp33,12 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman perbankan. [Medi Muamar]