PedomanBengkulu.com, Bengkulu –
Ajang multi event pelajar se-Asia Tenggara Asean Schools Games 2019 di selenggarakan di Semarang Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Ajang bergengsi tersebut dimulai sejak 17 Juli sampai 25 Juli 2019 mendatang.

Event olahraga ini diikuti oleh 10 negara yang tergabung di ASEAN yaitu Thailand, Vietnam, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Brunai Darussalam, Laos, Filipina, Singapura dan Indonesia.

Dalam ajang bergengsi ini salah satu putra Bengkulu atas nama Egi Patli Pranata yang berasal dari Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong mampu memecahkan rekor dan memperoleh medali emas dalam cabang atletik lempar lembing

Dalam cabang atletik lempar lembing ini Egi mampu mencapai jarak 67,33 meter,
sebelumnya Egi sempat memecahkan rekor nasional dengan jarak capaian 66,43 meter pada tahun 2018.

Bermodal tekad dan keyakinan serta kerja keras Egi bahkan mampu memecahkan rekor ASG 2019 yang sebelumnya dipecahkan oleh atlit Filiphina Lozana James dengan capain 66,39 meter.

Saat diwawancara via handphone Egi mengatakan untuk sampai ASG 2019 banyak perjuangan yang harus ia lalui.

“Egi bisa seperti ini karena terus berlatih maksimal, dibimbing terus menerus juga oleh pelatih,” ungkap Egi yang banyak menimba ilmu di SMA Keberbakatan dan Olahraga di Simpang Nakau Bengkulu.

Dalam hal ini Egi juga mengungkapkan bahwa ia menyayangkan kurangnya perhatian dan dukungan dari beberapa pihak terkait.

“Semua biaya keberangkatan mulai ketika ke Jakarta sampai saat usaha sendiri bersama pelatih, baru setelah dinyatakan lolos semua biaya ditanggung Kemenpora,” ungkap Egi.

Egi berharap atas keberhasilannya meraih medali emas ini ke depan mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk masa depannya.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan nasib kami ke depan dan harapannya nanti saya bisa terus meningkatkan prestasi di cabang atletik lempar lembing. Saya ucapkan terimakasih juga kepada orang tua, keluarga, pelatih, sahabat dan semua yang terus memotivasi Egi sampai di posisi ini,” ucap Egi mengakhiri obrolannya. [Yusuf]