PedomanBengkulu, Bengkulu — Seperti diketahui sebelumnya terkait ada sejumlah aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang belum teregistrasi yang diduga masih dikuasai oleh pihak ketiga. Dalam hal ini Pemprov akan segera menindaklanjutinya.

Terkait Aset tersebut Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (10/7/2019) mengatakan KPK melakukan pendampingan untuk pendataan dan penulusuran Aset Pemprov yang sudah sejak lama tidak terdata dan ada beberapa menyangkut status asset.

“Sejak dilakukanya pendampingan, nilai aset kita mengalami peningkatan yang singnifikan dan upaya ini akan terus kita lakukan,” kata Rohidin.

Diungkapkan Rohidin, pembentukan tim itu sendiri sudah berlangsung sejak dua tahun yang lalu dan sampai sekarang tim terus bekerja melakukan penelusuran termasuk ada beberapa saran dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang sangat penting dan bernilai untuk kita tidaklanjuti.

“Tim sudah dibetuk dua tahun lalu, sampai sekarang tim terus bekerja melakukan penelusuran, termasuk ada beberapa saran dari BPK yang sangat penting dan bernilai untuk kita tindaklanjuti,” jelas Rohidin.

Sementara itu, Kabid Aset BPKD Provinsi Bengkulu, Syahril Azwari, mengatakan
dalam waktu dekat SK penertiban barang milik Pemerintah Provinsi Bengkulu akan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim seperti inventarisasi, tim identifikasi serta tim verifikasi yang melibatkan pihak Polda, Korem, Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Denpom, Salpol PP, BPN dan pihak terkait lainnya.

“SK-nya sudah selesai tinggal di rapatkan dalam waktu dekat. Kemudian nanti ada tim-timnya dan di SK itu nanti ada tugas-tugas tim seperti tim inventarisasi, tim identifikasi serta Tim verifikasi. Tim tersebut terdiri dari Polda, Korem, Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Denpom, Salpol PP, BPN dan akan hadir semua. Intinya dalam waktu dekat kami akan mengundang seluruh panitia dari tindak lanjut dari pada penertiban itu,” terang Syahril Azwari.[Anto]