PedomanBengkulu.com, Seluma – Setelah diterima permintaan banding tiga terdakwa PPK Ulu Talo yang melakukan penggelembungan suara maka Pengadilan Tinggi Bengkulu (PT) Memutuskan ketiga terdakwa PPK Ulu Talo, yakni Azis Nugroho (24), Arizon (43) dan Andi Lala (36) divonis selama 5 bulan penjara denda Rp 3 juta dan subsidier 1 bulan penjara.

Putusan ini lebih rendah dari putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tais, yang menjatuhkan vonis selama 6 Bulan kurungan, denda 5 juta dengan subsidier 1 bulan kurungan.

“Dengan putusan tersebut, mereka harus jalani. Karena memang tidak ada upaya hukum lain. Setelah putusan PT, Pidana Pemilu tidak ada kasasi,” kata Ketua Pengadilan Negeri Seluma, Erwindu kepada wartawan, Rabu 10 Juli 2019.

Dari putusan tersebut juga menetapakan ketiga terdakwa PPK untuk dilakukan penahanan, serta menetapkan bukti-bukti terkait perubahan rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilu.

Menanggapi hal tersebut, Kejari Seluma akan segera melakukan eksekusi terhadap ketiga terdakwa PPK ulu talo.

“Kan sudah tidak ada upaya hukum lagi, nanti segera kita lakukan upaya eksekusi, dengan cara kita lakukan pemanggilan dulu terhadap ketiga terdakwa,” tegas Kajari Seluma, M. Ali Akbar.

Sebelumnya, Ketiga terdakwa mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tais yang memvonis ketiganya dengan hukuman enam bulan kurungan penjara, denda Rp5 juta dengan subsider 1 bulan kurungan. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang cuma tiga bulan penjara, denda Rp1 juta dan subsider 1 bulan kurungan.

Terhadap banding ini, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma telah menyampaikan memori banding ke pengadilan. Ketiga terdakwa sebelumnya divonis lantaran terbukti bersalah merubah hasil rekapitulasi hasil pemilu pada suara Caleg DPR RI nomor urut 3 Lia Lastaria, atau akrab disapa Dokter Cantik, dari Partai Gerindra. Ketiga terdakwa melakukan itu karena diiming-imingi sejumlah uang. [YD]