PedomanBengkulu.com, Seluma – Dari 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengalami Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) di Kabupaten Seluma, baru sebelas ASN yang menggugat SK PDTH yang diterbitkan Bupati Seluma ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu.

Kapala Bagian Hukum Sekratriat Daerah Seluma, Nurpadliya mengatakan, dari sebelas yang mengguat baru ada tiga ASN PDTH yang sudah memasuki masa sidang Replik dan Pembuktian. Selain itu ada satu orang yang juga sudah masuk ke sidang pembacaan gugatan.

“Hari ini kita mengikuti sidang replik, dengan penggugat Imelda dan Trideska Rusman baru sidang pembuktian. Besok dilanjutkan sidang pembacaan gugatan dengan penggugat, Sahardin,” ujar Nurpadliyah, Rabu 03 Juli 2019.

Sedangkan, untuk enam lagi ASN PDTH, saat ini masih dalam proses banding administrasi. Sesuai dengan gugatan karena sesuai PerMA nomor 5 tahun 2018, penggugatan SK PDTH wajib melewati upaya keberatan dan banding administrasi sebelum melakukan upaya gugatan SK PDTH itu sendiri.

“Enam masih mengajukan banding, dua lagi baru mengajukan surat keberatan terhadap SK Bupati yang disampaikan ke kita,” jelas Nurpadliya.

Menurutnya, dari 27 ASN PDTH tersebut tinggal menyisakan 16 orang lagi yang belum mengajukan gugatan. [YD]