Belasan Murid dan Wali Murid mendatangi Dinas Pendidikan Seluma guna memprotes sistem Zonasi

PedomanBengkulu.com, Seluma – Sebanyak 16 siswa SD Negeri 130 Seluma, Desa Rantau Panjang Kecamatan Semidang Alas (SA) kembali datangi dinas Pendidikan Seluma. Terkait terkendala Zonasi yang diterapkan Dinas Pendidikan.

Belasan siswa ini, mengancam akan putus sekolah jika memang tidak dapat bersekolah ke SMPN 1 Pajar Bulan karena sistem zonasi yang diterapkan dinas pendidikan itu di SMPN 4 Nanti Agung.

“Berhenti sekolah kalau idak masuk ke sekolah SMPN 1, saya tidak mau ke sekolah SMPN 4,” tegas salah satu siswa SD N 130 Rantau Panjang, Yesa Apriza kepada wartawan, Senin 15 Juli 2019.

Salah satu wali murid, Yeni (37) mengatakan, hari ini mereka meminta kejelasan kepada pihak diknas untuk dihapuskan sistem zonasi tersebut. Karena menurutnya, jarak tempuh yang menjadi perhitungan mereka untuk bersekolah ke SMPN 4 yang jarak tempuh sekitar 3 km, sedangkan SMPN 1 hanya berjarak 1 km dari desanya.

“Kami minta dihapuskan sistem zonasi ini. Karena anak kami tidak mau sekolah ke SMPN 4. Jaraknyo lebih dekat ke SMPN 1. Kasian anak kami mau ke sekolah jalan kaki jaraknya jauh nian,” tegas salah satu wali siswa, Yeni (37) warga Rantau Panjang kepada wartawan, Senin 15 Juli 2019.

Ditegaskannya, jika hari ini, mereka belum mendapatkan keputusan dari pihak Diknas Seluma. Dirinya bersama wali murid yang lain akan bermalam di kantor Diknas. Pasalnya hari ini seluruh siswa sudah mulai masuk sekolah.

“Tidak ada keputusan hari ini, kami akan bermalam di sinilah sampai ada keputusan anak kami bisa sekolah ke SMPN 1,” jelas Yeni.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Seluma, Irihadi menjelaskan jika zonasi yang sudah ditetapkan tidak bisa diubah lagi. Hal ini agar sekolah yang kekurangan murid bisa terisi.

“Apabila kosong, sekolah tersebut bisa mati. Pemerintah inginkan seluruh sekolah bisa terisi, karena di SMPN 1 itu sudah kelebihan murid,” jelas Irihadi.

Sebelumnya, Kepala Bidang SMP Diknas Seluma, Sukiman mengatakan, Zonasi tidak bisa diubah, karena sudah berpacu pada peraturan Kemendikbud. Dari 16 siswa SD 130 tersebut bisa masuk ke SMPN 1 dari ketentuan jalur 5 persen dari Prestasi dan Kartu Keluarga. Hanya saja, minimal setengah dari jumlah tersebut.

Dengan sistem Zonasi yang diterapkan sesuai peraturan Kemendikbud ini, rata-rata sekolah tidak terpenuhi jumlah yang diharapkan. Dari jumlah biasa capai 150 siswa dengan ada aturan zona sekolah hanya menampung 80 siswa. [YD]