PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Bupati Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Ir. H. Mian menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Bengkulu Utara tentang Perubahan APBD tahun 2019 pada Rapat Paripurna DPRD BU, Senin (5/7/2019), di Ruang Rapat Paripurna DPRD BU.

Disampaikan Mian, pada sisi pendapatan terjadi kenaikan Pendapatan Daerah Menjadi Sebesar Rp.1.264.387.660.765,- dimana komposisi pendapatan daerah tersebut terdiri dari

Asumsi Pendapaatn Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.83.172.085.765,- yg terdiri dari asumsi target penerimaan pajak daerah Rp.13.726.315.500,- asumsi target penerimaan retribusi daerah adalah sebesar Rp.1.412.695.390,- sedangkan asumsi penerimaan dari lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah sebesar Rp.68.033.074.875,-

Total asumsi dana perimbangan dari pemerintah pusat yang di terima Kabupaten Bengkulu Utara untuk Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.947.537.424.000,- yang terdiri dari asumsi Penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak / Bukan pajak sebesar Rp.53.718.077.000,-

Asumsi penerimaan untuk Dana Alokasi Umum sebesar Rp.643.623.488.000,- Sedangkan asumsi Dana Alokasi Khusus sebesar RP.250.195.859.000,-

Bupati juga menyampaikan target penerimaan yang bersumber dari lain lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.233.678.151.000,- yang terdiri.

Pendapatan hibah sebesar Rp.39.015.800.000,- Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi Pemerintah Daerah Lainnya Sebesar Rp.25.000.000.000,- asumsi peneriaman Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus Sebesar Rp.169.662.351.000,-

Asumsi penerimaan daerah dari berbagai sumber pendanaan sebagaimana yang sudah di sebutkan, selanjutnya di masukan ke dalam Belanja Daerah yang di kelompokkan kedalam belanja Langsung dan Tidak Langsung.

Belanja Daerah berubah menjadi sebesar Rp.1.320.055.918.321,- dimana Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.735.165.562.548,- yang terdiri dari Belanja Pegawai Sebesar Rp.469.836.931.698,-

Belanja hibah sebesar Ro.16.988.125.000,- Belanja Bantuan Sosial Sebesar Rp.3.539.000.000,- Belanja bagi hasil kepada Provinsi dan pemerintahan Desa sebesar Rp.1.506.788.450,- Dan untuk belanja bantuan keuangan kepada Provinsi/Kabupaten dan pemerintahan desa sebesar Rp.241.294.717.400,-

Serta penganggaran untuk belanja tidak terduga sebesar Rp.2.000.000.000,-
Untuk Belanja Tidak Langsung Di anggarakan Sebesar Rp.584.890.355.773,- Yang selanjutnya belanja langsung ini akan di laksanakan oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah dan di rincikan dalam uraian Program Dan Kegiatan.

Dengan membandingkan antara target Pendapatan Daerah Dan Belanja Daerah, Maka terdapat Selisih Kurang Atau Depisit Anggaran sebesar Rp.55.668.257.556,- yang selanjutnya Defisit Akan di tutupi dari Pembiayaan Netto Daerah.

Penerimaan pembiayaan daerah adalah sebesar Rp.58.668.257.556,- yang berasal dari asumsi sisa lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya Kemudian Untuk Pengeluaran Pembiayaan Daerah Adalah Sebesar Rp.3.000.000.000,-

” Diakhir kata bupati berharap dengan telah di sampaikanya nota pengantar tentang APBD-P Tahun 2019, ini semoga anggota dewan yang terhormat dapat membahasnya dan tidak terlalu lama dapat di sahkan,” ujar Bupati.

Sidang paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bengkulu Utara, Aliantor Harahap, SE didampingi Wakil Ketua I dan II, serta dihadiri unsur OPD, SKPD, FKPD dan tamu undangan.(Evi Kusnandar)