Rika Sonata, Dalang penyiraman air keras ke wajah suaminya. 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Seperti diketahui sebelumnya, Rika Sonata, terdakwa penyiraman air keras terhadap korban Ronaldo yang tak lain merupakan suami terdakwa sendiri divonis 12 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu dalam sidang putusan beberapa waktu lalu.

Atas vonis tersebut terdakwa mengajukan banding, namun putusan banding tersebut justru menguatkan putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu dengan hukuman tetap 12 tahun penjara.

Lantaran diduga tidak puas dengan putusan banding tersebut, terdakwa kembali melakukan upaya hukum lainnya yakni mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan banding yang menguatkan putusan dari Pengadilan Negeri Bengkulu 12 tahun penjara tersebut.

Terkait hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu Emilwan Ridwan, melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daniel saat di wawancarai di ruang kerjanya, Senin (15/7/2019) mengatakan pihaknya siap menghadapi upaya hukum kasasi yang dilakukan terdakwa.

“Kita siap menghadapi kasasi yang diajukan terdakwa,” jelas Daniel.

Diketahui dalam kasus ini pelakunya 3 orang yakni terdakwa Rika Sonata divonis 12 tahun, terdakwa Mustawa divonis 8 tahun yang tidak melakukan upaya hukum lainnya. Kemudian salah satu terduga pelaku yang saat ini masih buron.

Dalam kasus ini terdakwa Rika Sonata dijerat pasal pasal 355 ayat 1 KUHP Jucto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsider pasal 354 ayat 1 KUHP Jucto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP lebih sububsider pasal 351 ayat 2 KUHP Jucto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dilansir sebelumnya, peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Selasa tanggal 18 September 2018, di Kelurahan Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Yang mana terdakwa Rika Sonata menyuruh terdakwa Mustawa dan tersangka DPO menyuruh terdakwa Mustawa dan tersangka DPO untuk melakukan penyiraman air keras terhadap korban Ronaldo suami dari terdakwa Rika Sonata.

Penyiraman air keras tersebut diduga sudah direncanakan dan akibat tindakan tersebut korban Ronaldo mengalami luka bakar yang cukup serius sehingga mengakibatkan korban cacat. [Anto]