PedomanBengkulu.com, Seluma – Kantor Desa Air Kemuning, Kecamatan Sukaraja dirusak orang tidak dikenal (OTD), akibatnya enam jendela bagian depan kantor pecah yang dilempari batu. Diduga pasword wifi sering diganti. Saat ini kondisi enam jendela diberi garis polisi yang terpasang di jendela tersebut.

Kades Air Kemuning, Edi Riansyah mengatakan insiden pemecahan kaca kantor desa tersebut terjadi pada Kamis malam (25/7) lalu, tidak seorangpun warga yang mengetahui atau melihat. Peristiwa tersebut baru diketahui hari ini saat perangkat desa akan mulai ngantor.

“Saya tahunya setelah dihubungi perangkat saya. Begitu dicek, benar terlihat kaca depan sudah pecah semua,” terang Edi, Jum’at (26/7/2019).

Dijelaskan Edi, teror terhadap Kantor Desa Air Kemuning sudah kali kedua terjadi. Pertama pada awal bulan Juli lalu, namun tidak ada kerusakan. Saat itu pelaku yang juga OTD, berusaha mencongkel pintu utama. Namun tidak berhasil, lantaran pintu tersebut menggunakan terali.

“Yang kedua ini lebih nekat, pelaku melakukan perusakan dengan melempar batu jendela tersebut, hingga jendela depan pecah semua,” jelas Edi.

Atas kejadian ini, dirinya telah melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sukaraja. Untuk mengungkap dan menangkap OTD pelaku pengrusakan tersebut.

“Tadi kita laporkan hal ini ke pihak Polsek Sukaraja. Polisi telah turun langsung melakukan olah TKP dan mengambil beberapa barang bukti untuk mengungkap pelaku pengrusakan ini,” sampainya.

Sementara, Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Merthadana, melalui Kapolsek Sukaraja, Noviaska, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan pengrusakan Kantor Desa Air Kemuning tersebut.

“Tim kita telah turun melakukan olah TKP Kaca yang pecah tersebut telah dipasangi garis polisi,” ujarnya.

Tambah Noviaska, diduga pengrusakan kaca Kantor Desa Air Kemuning ini dikarenakan pihak desa yang sering menggonta ganti pasword (kata sandi,red) wifi yang ada di kantor desa. Sehingga membuat pelaku kesal dan melampiaskannya dengan melakukan pengrusakan tersebut.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan yang kita lakukan terhadap beberapa saksi. Diduga motifnya seperti itu, namun untuk pelaku saat ini belum dapat kami ungkap, masih dalam penyelidikan,” jelas Noviaska.[YD]