PedomanBengkulu.com, Seluma – Belum menindaklanjuti surat teguran ke II PT Maju Tambak Subur (MTS) beberapa waktu lalu. Dengan itu Pemkab Seluma akan melakukan peninjauan ulang Izin tambak tersebut.

Diketahui, Pemkab keluarkan surat teguran kedua, yakni karena belum memiliki Instalasi Penampungan Limbah (Ipal) serta izin pengelolaan limbah LB3. Sedangkan saat ini pihak perusahaan diduga membuang limbah tambak tersebut ke aliran Sungai Muara Pring.

Saat ini, izin perikanan Tambak MTS tersebut akan berakhir pada tahun ini. Sehingga apa bila perusahaan masih mengabaikan teguran, Pemda tidak akan mengeluarkan izin baru.

“Nanti kita akan melakukan peninjauan kembali izin perusahaan tersebut. Tahun ini izin perikanannnya berakhir. Tidak diindahkan maka direkomendasikan pencabutan izin,” kata Sekretaris Daerah Seluma (Sekda) Irihadi,  Minggu (28/7/2019).

Ditambahkannya, dalam waktu dekat ini tim percepatan perizinan akan melakukan peninjauan ke lokasi terlebih dahulu, jika memang pihak perusahaan belum mengindahkan maka pemkab akan melakukan peninjauan ulang izin tersebut.

“Kemaren sudah kita jadwalkan, namun belum jadi. Nanti kita jadwalkan ulang, kalau masih belum ditindaklajuti, akan kita tinjau ulang izin mereka,” tegas Sekda.

Diketahui, PT MTS baru memiliki Izin Usaha Perikanan (IUP) yang habis pada tahun ini, izin lingkungan, reklame dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hanya saja, untuk Pajak Bumi Bangunan (PBB) tambak udang ini masih dalam proses. Sedangkan perusahaan tersebut tidak memiliki Izin Pengelolaan Limbah (Ipal) dan Izin LB3. Sehingga dalam peraturan perizinan pihak perusahaan dilarang produksi sebelum Ipal dan LB3 sudah ada di lokasi perusahaan. Sedangkan diketahui, perusahaan tambak sudah melakukan produksi (Panen Udang).[YD]