Wali Kota H Helmi Hasan bersama istri saat menghadiri Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ke – XIV tahun 2019 di Kota Semarang, Selasa (2/7/2019).

Sebuah peristiwa unik sempat mewarnai kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke – XIV tahun 2019 diselenggarakan di Kota Semarang, Selasa (2/7/2019) malam.

Wali Kota Bengkulu, H Helmi Hasan, datang ke acara ini menggunakan tongkat kesayangannya.

Ketika dipanggil untuk maju ke depan, Helmi Hasan memberikan tongkat kepada istrinya, Hj Khairunnisa.

Sontak istri Wali Kota Metro Lampung Ny Heryati Pairin panik dan mendatangi Hj Khairunnisa dan menanyakan apakah tidak terlalu beresiko membiarkan Helmi berjalan tanpa tongkat.

“Suami saya menggunakan tongkat bukan karena tua atau sakit, tapi karena menggunakan tongkat saat usia 40 tahun adalah sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,” kata Hj Khairunnisa memberikan klarifikasi untuk menenangkan Ny Heryati Pairin, istri Wali Kota Metro Lampung.

Peristiwa unik ini bukan hanya terjadi tatkala Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ke – XIV.

Suatu kali, seorang pramugari maskapai penerbangan juga pernah mencemaskan kondisi H Helmi Hasan ketika Wali Kota yang khas dengan jenggotnya itu melepaskan tongkatnya saat masuk ke dalam pesawat.

Selama ini, Helmi Hasan memang dikenal sebagai sebagai muazin sosial, atau pejabat yang menggunakan kekuasaannya untuk menghidupkan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di kalangan birokrasi dan rakyat yang ia pimpin.

Sejumlah hadis ia jadikan sebagai referensi untuk membenarkan langkahnya tersebut.

Diantaranya hadis riwayat Thabrani dari Anas Ibnu Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa menghidupkan sunahku maka ia telah mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga”.

Atau hadis riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang berpegang dengan sunahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid”.

Tongkat sendiri merupakan sepotong kayu atau rotan dan sejenisnya yang digunakan oleh seseorang untuk berpegangan ketika berjalan.

Memakai tongkat merupakan sunah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam Kitab Bustanul Arifin yang ditulis oleh Imam Nawawi rahmatullah ‘alaih menceritakan Imam Syafie rahmatullah ‘alaih, apabila masuk umur 40 tahun beliau telah memakai tongkat.

Meski banyak orang mencemaskan kondisinya karena dikira sakit, namun Imam Syafie hanya menjawab santai kepada orang-orang bahwa ia menggunakan tongkat sebagai pengingat bahwa perjalanan hidupnya sudah hampir tamat.

Para ulama bersepakat tongkat sangat dianjurkan untuk dipakai ketika usia telah menginjak 40 tahun agar seseorang dapat ingat akan akhirat. [Rudi Nurdiansyah]