PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Sejak tahun 1993, setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Hal ini dilaksanakan sesuai dengan amanat dari Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional. Keppres tersebut dikeluarkan karena pemerintah menyadari pentingnya keluarga dalam membangun suatu bangsa, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak bangsa dan kehidupan bernegara.

“Peringatan Harganas tahun 2019 ini mengusung tema ‘Hari Keluarga Hari Kita Semua’  dengan inti pesan ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana’,” ujar Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, dr. Hasto Wardoyo dalam sambutannya saat menghadiri Peringatan Harganas ke XXVI Tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2019 di Kota Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (29/7/2019).

Lebih lanjut, Mantan Bupati Kulon Progo ini mengatakan, keluarga memiliki 8 fungsi yaitu Fungsi Agama, Cinta Kasih, Perlindungan, Ekonomi, Pendidikan, Reproduksi, Sosial Budaya, serta fungsi Lingkungan. Melalui 8 fungsi keluarga tersebut diharapkan setiap keluarga mengetahui, memahami dan melaksanakan, mengingat setiap fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

“Implementasi delapan fungsi keluarga tersebut akan menumbuhkan anak bangsa yang memiliki karakter kuat dan kepribadian terpuji apalagi dalam situasi dan kondisi yang serba transparan saat ini,” tegasnya.

Disampaikannya, peringatan Harganas tahun ini masih mengedepankan keikutsertaan keluarga dan mencerminkan penerapan 4 pendekatan ketahanan keluarga yaitu Keluarga berkumpul (reuniting), Keluarga berinteraksi (interacting), Keluarga berdaya (empowering), serta Keluarga peduli dan berbagi (sharing and caring).

“Salah satu kegiatan yang digalakkan dalam momentum Harganas XXVI Tahun 2019 adalah “Gerakan Kembali ke Meja Makan” dan Gerakan “tidak melihat Media sosial dan TV pada pukul 18.00 – 21.00 atau Gerakan 1821”. Oleh karena itu, mari bersama-sama tingkatkan kualitas interaksi di lingkungan keluarga sehingga hubungan di antara anak dan orangtua bisa semakin erat,” imbuhnya.

Menurutnya selain keluarga, peran Generasi Berencana (GenRe) juga sangat dibutuhkan untuk keberhasilan pembangunan ke depan. Sebab, peran GenRe sangat penting untuk menyosialisasikan generasi berencara dalam memberikan informasi kesehatan generasi muda.

“GenRe bisa memberikan keterangan bahayanya kawin usia muda, pentingnya hidup sehat bagi kaum remaja. Untuk itu, para remaja dihimbau agar terus menjauhi narkoba atau barang-barang terlarang lainnya. Generasi muda lebih baik membangun imej dengan berkarya dan meraih prestasi positif yang lebih baik, seperti prestasi dalam pendidikan atau prestasi di bidang enterprenuer,” pungkasnya. [Nurhas/Adv]