PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kepolisian Resort (Polres) Kota Bengkulu menggelar rekonstruksi tindak pidana pembunuhan yang terjadi di kawasan STQ Kota Bengkulu beberapa waktu lalu dengan dua tersangka yakni Fp (18) warga Jalan Zainul Arifin Kelurahan Padang Nangka dan RV (20) warga Jalan Kedondong Kelurahan Panorama.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolres Kota Bengkulu, Kamis (4/7/2019), kedua tersangka memerankan 20 adegan yang menggambarkan awal kejadian hingga berujung tindak pidana pembunuhan tersebut.

Dalam adegan yang diperagakan dugaan pembunuhan terhadap korban bernama Roynaldi terjadi ketika korban bersama teman-temannya menghadang terduga pelaku saat melintas di kawasan STQ dan terjadilah cekcok mulut kemudian terjadi perkelahian kemudian saat itu juga korban mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk terduga pelaku di bagian paha.

Selanjutnya terduga berusaha dan berhasil merebut pisau korban kemudian digunakan untuk menyerang balik korban dengan menusuk korban beberapa kali bagian tubuh korban yang dibantu terduga Rv hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. Indramawan Kusuma Trisna, S.IK mengatakan dilakukannya rekonstruksi di Mapolres untuk menjaga keamanan tersangka. Sedangkan untuk perkara ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu.

“Kejadian diawali cekcok antar keduanya, dalam rekontruksi ulang ada 20 adegan yang kita lihat dan memang terduga pelaku menyerang korban, berdasarkan hasil visum sekitar lima tusukan di tubuh korban,” kata Kasat.

Pantauan PedomanBengkulu.com, tampak hadir ibu kandung korban dan menyaksikan langsung rekonstruksi. Saat adegan demi adegan diperankan tersangka, ibu korban tampak marah dan secara tiba-tiba ibu korban mengejar dan hendak memukul tersangka. Namun langsung dihalau Anggota Polres Bengkulu.

“Mungkin karena emosi dari orangtua korban,” ucap Kasat.

Sementara Kuasa Hukum tersangka
Puspa Erwan, SH menilai tindakan tersebut bukanlah pembunuhan berencana.

“Sudah kita lihat bersama tadi, itu tindakan spontanitas. Jadi bukan pembunuhan berencana. Bahkan klien saya yang lebih dulu diserang oleh korban menggunakan pisau milik korban,” kata Puspa. [Anto]