PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Baru-baru ini mencuat kasus dugaan pencabulan yang dilakukam oleh terdakwa inisial BP terhadap korbannya yang merupakan anak Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Bengkulu. Saat ini, terdakwa akan segera menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bengkulu karena tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan ke Pengadilan.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati Bengkulu melalui Kasi Penkum Marthin Luther, di Kantor Kejati Bengkulu, Selasa (2/7/2019)
mengatakan berkas perkara terdakwa telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Dalam sidang nanti pihaknya menetapkan empat orang JPU satu diantaranya JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Seluma. Sedangkan atas perbuatannya terdakwa dikenakan pasal berlapis yakni melanggar pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. Terdakwa BP juga dikenakan pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76e UU nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Marthin menyebut dakwaan tersebut sama dengan yang digunakan penyidik Polda Bengkulu.

“Kalau ancaman pidananya minimal lima tahun penjara tetapi karena ini anak di bawah umur mungkin jadi setengahnya,” kata Marthin.

Diketahui, kasus tersebut terungkap setelah video hubungan layaknya suami istri antara korban dan terdakwa tersebar di media sosial. Namun terkait tersebarnya video tersebut, terdakwa tidak dijerat UU ITE dengan pertimbangan terdakwa masih di bawah umur.

“Dari awal sudah dikenakan pasal pencabulan kita tidak gunakan UU ITE karena masih anak-anak,” jelas Marthin.

Diungkapkan Marthin, pihaknya menolak penangguhan penahanan yang diajukan penasehat hukum terdakwa dan saat ini terdakwa ditahan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Bengkulu. Sedangkan untuk persidangan terhadap terdakwa akan digelar secara tertutup.[Anto]