PedomanBengkulu.com, Seluma – Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma selamatkan uang Negara sebesar Rp813 juta dari perkara korupsi di Kabupaten Seluma periode Januari sampai dengan Juli 2019.

Uang tersebut didapat dari hasil sitaan pidana korupsi yang merupakan gabungan denda dari beberapa terpidana diantaranya, Perkara Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinkes Seluma oleh Prengki, Pekara pidana jalan Nanti Agung oleh Husni Tamrin Cs dan pekara SMK N 6 Seluma terdakwa Freddy Efrimal sebesar Rp360 juta.

“Kita sudah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 813 juta periode januari sampai periode juli, ini sudah disetor ke negara. Nanti selanjutnya pekara-pekara lain masih ada,” kata Kejari Seluma M. Ali Akbar saat menggelar Konferensi Pers di Aula Kejaksaan Negeri Seluma, Kamis 18 Juli 2019.

Selanjutnya, untuk barang bukti perkara yang sudah diputuskan pengadilan juga sudah dilakasanakan pemusnahan. Hal ini agara tidak terjadi penumpukan barang bukti.

“kita sudah tiga kali melakukan pemusnahan tahun ini setiap perkara yang sudah kita eksekusi dan putusan pengadilan langsung kita musnakan supaya tidak ada penumpukan baran-barang bukti,” ujar Kajari.

Disampaikannya juga, periode Januari sampai Juli 2019, Kejari sudah menangani perkara di Pidana Umum (Pidum) sebanyak 60 kasus pekara. Kasus paling banyak di Kabupaten Seluma seperti Narkotika, Pencurian, pekara seksual dan asusila. Ada beberapa hal yang jarang terjadi, yang pihaknya laksanakan dan jaksa melakukan itu. Seperti melakukan penuntutan terkhusus anak-anak masukan ke panti sosial, sesuai putusan pengadilan yang di kirim ke tempat perawatan rehabilitasi khusus anak di Provinsi Jambi dan pelatihan khusus seperti mekanik junior di BLK Provinsi Bengkulu.

“Pekara asusila dan kekerasan terhadap anak ini menjadi perhatian khusus kita semua karena ini menyangkut masa depan mereka, disamping narkotika,” jelas Kajari. [YD]