PedomanBengkulu.com, Bengkulu —
Konsorsium Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Provinsi Bengkulu kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Kedatangannya tersebut untuk mempertanyakan laporannya terkait kasus dugaan korupsi Pelindo II yang ditangani Kejati Bengkulu.

“Kedatangan kita mempertanyakan perkembangan laporan yang kita sampaikan yaitu terkait kasus dugaan korupsi Pelindo II,” ujar Kordinator Korsorsium LSM Nasional Provinsi Bengkulu, Saiful Anwar, Rabu (3/7/2019).

Dikatakan Saiful, kasus yang dipertanyakan tersebut soal dugaan korupsi Pelindo II proyek tahun 2012 sampai 2014 dengan dana sekitar 90 miliyar rupiah yang berasal dari dana Pelindo. Saipul, ingin kasus tersebut segera diselesaikan karena dikhawatirkan akan kehilangan jejak lantaran market yang ada di Pelindo terus di bangun. Dalam kasus ini, pembayarannya sudah selesai 100 persen, namun sampai hari ini bangunan 2014 sama sekali tidak bisa dimanfaatkan.

“Ini merupakan kedatangan yang ke tiga kali, dan kita berharap melalui surat yang kita masukkan Kejati segera dibahas. Tapi informasi kemaren berjalan lagi dan sudah ada peperiksaan lagi. Saya apresiasi kepada Kejati,” ungkap Saiful.

Sementara Kepala Kejati Amandra Syah Arwan melalui Kasi Penkum Marthin Luther mengatakan memang pihak Korsorsium LSM Nasional Provinsi Bengkulu memasukkan surat mempertanyakan perkembangan kasus tersebut dan sampai saat ini kasusnya masih dalam tahap memintai keterangan.

“Pemeriksaannya karena yang bersangkutan sudah pensiun dan ada beberapa yang tugasnya diluar kota sehingga kami tim Kejati melakukan pemeriksaannya di Jakarta dan kasus ini tetap berjalan,” jelas Marthin.[Anto]