PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dalam waktu dekat Provinsi Bengkulu akan membangun jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau dengan panjang 95,8 kilo meter. Jalan tol tersebut akan dibangun dengan anggaran mencapai Rp33,12 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman perbankan.

Tol Bengkulu-Lubuk Linggau merupakan jalan tol pertama di Bengkulu yang akan menembus Bukit Barisan melalui terowongan dengan target penyelesaian seluruh jalan pada Desember 2022, dengan Amdal satu kesatuan antara trowongan dan jalan tol dan ini akan di bangun oleh PT Hutama Karya (HK) dengan tiga tahapan yakni Kota Bengkulu menuju Taba Penanjung Bengkulu Tengah, dilanjutkan menuju Kepahiang dan tahapan menuju Rejang Lebong.

Terkait pembangunan Jalan Tol yang akan dilaksanakan tersebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Penasehat KPK, Tsanianafari saat diwawancarai di Bengkulu beberapa waktu lalu mengatakan, pembangunan tol yang akan dilaksanakan semuanya harus sesuai ketentuan baik yang diatur dalam skema eksekutif maupun penegakan hukum.

“Apapun harus dilakukan sesuai ketentuan baik yang diatur dalam skema eksekutif maupun penegakan hukum,” kata Tsanianafari.

Tsanianafari menegaskan, dalam hal ini, izinnya harus sesuai dengan tata kelola, jangan sampai ada suap menyuap dan gratifikasi. Karena jika melanggar ketentuan sanksinya sudah jelas.

“Izinnya harus sesuai tatakelola, jangan sampai pakai suap, jangan ada gratifikasi, jangan ada perdagangan pengaruh, jangan berkepihakan dengan pihak pihak tertentu. Karena itu sendiri jelas sanksinya,” jelas Tsanianafari.

Tsanianafari mengatakan dalam hal apapun KPK selalu mengingatkan kepala daerah dan jajaran agar jangan sampai melanggar ketentuan yang berlaku dan peraturan yang ada.

“Jadi KPK selalu mengingatkan dalam hal apapun tidak hanya jalan tol. Yang jelas patuhi peraturan yang ada,” tegas Tsanianafari. [Anto]