PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Diduga melakukan pelanggaran administrasi Pemilu 2019, KPU Kota Bengkulu dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI), Kamis (25/7/2019).

Laporan dugaan pelanggaran pemilu tersebut disampaikan oleh Sekretaris umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yasrindo Samson Marwan.

Kuasa Hukum pelapor yang merupakan salah satu pengacara di Bengkulu Rendra Edwar membenarkan terkait laporan dugaan pelanggaran Pemilu tersebut.

“Kita sudah memasukkan pengaduan ke DKPP RI melalui Bawaslu Provinsi, kami berharap agar masalah ini dapat segera diproses secara hukum,” kata Rendra Edwar.

Sedangkan Ketua KPU Kota Bengkulu Zaini saat dihubungi mengaku belum dapat informasi terkait pelanggaran pemilu sebagaimana dimaksud yang dilaporkan ke DKPP RI.

“Kita belum tahu mengenai pelaporan tersebut,” singkat Zaini saat dikonfirmasi.

Sebelumnya Bawaslu Kota Bengkulu, menemukan adanya pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU Kota Bengkulu. Dalam catatannya Bawaslu Kota Bengkulu juga menuliskan agar KPU Kota menindaklanjuti pelanggaran tersebut sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Bawaslu Kota Bengkulu sendiri sudah melayangkan surat resmi tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu. Surat yang ditandatangani Ketua Bawaslu Kota Bengkulu Rayendra Pirasad dengan nomor surat temuan : 04/TM/PL/07.01/Vl/2019 pada (24/7/2019).

Pelanggaran administratif tersebut diduga dilakukan oleh seorang calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Bengkulu terpilih, dalam dugaan tersebut melanggar Undang-undang (UU) dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Diduga caleg tersebut berasal dari Dapil 3 meliputi Kecamatan Singaran Pati, Gading Cempaka Kota Bengkulu. Ia diduga melanggar Undang-undang Nomor 7 tahun 2017, pasal 240 Ayat (1) huruf k dan m junto Pasal 7 ayat (1) huruf o PKPU Nomor 20 tahun 2018.[Yusuf]