PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terdakwa FG yang merupakan bendahara Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah melalui Kuasa Hukumnya Nediyanto meminta agar proses hukum terhadap tersangka MW yang merupakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bengkulu Tengah (Benteng) berjalan sesuai prosedur seperti yang dilakukan terhadap kliennya.

“Saya yakin dan meminta kepada  Kepala Kejati objektif dalam menangani kasus MW dan kami minta juga demi ke adilan agar ditahan karena di Polda tidak di tahan sementara waktu itu klien kami FG langsung di tahan,” ungkap Nediyanto, saat diwawancarai di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Rabu (3/7/2019).

Dikatakan Nediyanto, untuk kliennya yang merupakan bawahan tersangka MW dikenakan pasal 12 dan ia meminta agar pasal yang disangkakan terhadap tersangka MW minimal pasal 12 tersebut dan diharapkan proses hukum dalam kasus ini adil dan berkeadilan. Dia juga sangat mengapresiasi soal pernyatan Aspidsus Kejati yang akan menahan tersangka MW saat pelimpahan tahap dua nanti.

“Kami menyambut positif yang dikatakan Aspidsus dan kami berkeyakinan bahwa kepala Kejati bekerja secara profesional,” jelas Nediyanto.

Sekedar mengingatkan kembali, kasus tersebut berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT)  yang dilakukan Polda Bengkulu terhadap terdakwa FG dana gabungan usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk puskesmas yang diduga ada pemotongan dana sebesar 10 persen setiap pencarian pertiga bulan sekali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah dan mengamankan  barang bukti kurang lebih sebesar Rp117.085.992. Kemudian dalam pelimpahan tersangka FG ke tahap yang dilakukan penyidik beberapa waktu lalu, Kejati menerima SPDP tertanggal 25 Januari 2019 nomor B 27 dengan tersangka baru yakni MW yang merupakan Kadinkes Benteng tersebut. [Anto]