Atraksi 500 Dol di Festival Bumi Rafflesia, Sport Center Pantai Panjang, Sabtu (20/7/2019).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Atraksi 500 Dol yang dilaksanakan di icon Pantai Panjang sore, berhasil menarik ribuan pengunjung.

Diketahui, atraksi ini langsung dibuka oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Dalam sambutannya, Rohidin mengatakan bahwa Dol ini dipersembahkan untuk Indonesia.

Dan ia menginginkan acara atraksi penabuhan 500 Dol mengguncang dunia.

“Atraksi penabuhan 500 Dol harus mengguncang dunia,” kata Rohidin, Sabtu (20/7/2019).

Kemudian setelah sambutannya, Rohidin bersama penabuh Dol terkenal dunia, Gilang Ramadhan melakukan penabuhan Dol sebagai dibukanya acara atraksi 500 Dol.

Atraksi dibuka langsung Gubernur Rohidin Mersyah

Dalam atraksi Dol kali ini, akan membentuk formasi bunga raflesia.

Diketahui, atraksi penabuhan 500 Dol ini adalah rangkaian acara dari Festival Bumi Raflesia (FBR) yang sejak di selenggarakan sejak tanggal 18 hingga 22 Juli 2019.

Selain menampilkan atraksi 500 Dol formasi bunga Raflesia juga akan menampilkan beberapa ragam kegiatan.

Beragam kegiatan lainnya, yakni Festival Kopi Bengkulu, Bencoolen Ethnic Carnival, NgeTrail Wonderful, Bencoolen Arts & Culture Festival, Seni Lukis, dan Bencoolen INAFACT Fair.

Dol merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bonggol kelapa yang berusia 20 sampai 40 tahunan kemudian dibentuk seperti bedug yang dirongganya dilapisi kulit sapi yang dikeringkan.

Dol ini banyak dikoleksi oleh pemerintah, sanggar-sanggar maupun turis. Harga dari alat musik Dol dibandrol mulai dari Rp1 juta hingga Rp2,5 juta sesuai dengan ukurannya.

Setiap menjelang Festival Tabut ini, selalu banyak pesanan pembuatan Dol, baik itu Dol dalam bentuk alat musik dimainkan maupun Cinderamata.

Tampak pengunjung begitu padat di Sport Center Pantai Panjang.

Dol memang memiliki keunikan tersendiri baik secara desain ataupun bunyi yang dihasilkan. Sehingga tak jarang Turis yang datang ke Bengkulu mencari alat musik tradisional ini untuk menjadi cinderamata atau oleh-oleh. [Medi Muamar]