PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Lembaga Pengembangan Jasa Kontrkusi (LPJK) meninjau pembangunan Hotel Mercure Bengkulu yang terletak di kawasan Jalan S Parman, Padang jati, Kota Bengkulu, Rabu (23/7/2019).

Ketua LPJK Provinsi Bengkulu, Dr. Ir. M. Rochman, MH mengatakan peninjauan yang dilakukan tersebut dalam rangka melaksanakan amanah undang-undang tentang jasa kontruksi nomor 2 tahun 2017. Pembangunan gedung Hotel Mercure Bengkulu ini sudah bertifikat International Organization for Standardization (ISO) dengan Owner PT. Graha Bengkulu Makmur dan pembangunan yang dilakukan PT. Total Bangun Persada. Sementara limit dari bangunan tersebut sampai November 2019 mendatang.

“Berkaitan dengan teknis kita melihat bagaimana struktur dan strakter yang sudah terpasang dan juga didalam pelaksanaan pun ada tiga komponen yaitu proses perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi dan pengawas teknis,” ujar Rochman.

Terkait pembangunan gedung, kata Rochman, LPJK tetap mengacu pada pada undang-undang nomor 28 tahun 2002, tentang bangunan gedung. Kemudian regulasi tentang jasa konstruksi pasal 30 yang menyebutkan setiap jasa konstruksi atau badan usaha yang menyelenggarakan konstruksi wajib memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) begitu juga dengan setiap pekerja konstruksi yang dipekerjakan pada pasal 60, wajib mempunyai sertifikasi.

Rochman mengungkapkan, sementara ini dari peninjauan yang dilakukan, pihaknya
tidak menemukan kerusakan bangunan yang signifikan, meskipun ada kerusakan itu masih terbilang wajar. Sehingga bangunan gedung tersebut ia nyatakan layak meskipun pihaknya belum memiliki data lengkap namun dilihat secara visual tidak ada hal yang mengarah
kepada potensi buruk maupun kegagalan bangunan.

“Dilihat dari mutu dan pondasi betonnya sudah sangat baik. Kita akan lihat nanti data-datanya lagi, kita masih menunggu dari pihak PT. Total Bangun Persada,” jelas Rochman.

Sementara itu, Manager PT. Total Bangun Persada Ir. Listiyo Priyastono mengapresiasi LPJK karena sudah berpartisipasi meninjau bangunan gedung Hotel Mercure yang pembangunannya sedang berlangsung. Pihaknya memastikan struktur bangunan yang berdiri diatas lahan sekitar 3.200 meter persegi dengan 10 atap tersebut tidak akan bermasalah karena bangunannya juga didesain untuk tahan gempa dengan kekuatan 8,2 Skala Rickter.

“Untuk struktur bangunan saat ini semuanya sudah selesai, dan tinggal lagi struktur bajanya yang ditargetkan selesai dalam Juli ini. Setelah itu baru memasuki finishingnya. Kita rencanakan pada November bangunan Mercure Hotel Bengkulu sudah dibuka meskipun belum semuanya bisa,” ungkap Listiyo Priyastono.[Anto]