Pengurus Pesantren As-Salam H Syahril Zainuddin memberikan kata sambutan saat peresmian Masjid Banu Zainuddin di RT 26 RW 4 Kelurahan Pekan Sabtu Kecamatan Selebar, Sabtu (6/7/2019).

Usaha atas agama kian menggeliat di Bengkulu. Hal ini tampak dari diresmikannya Masjid Banu Zainuddin dan Pesantren As-Salam Gedung B di RT 26 RW 4 Kelurahan Pekan Sabtu Kecamatan Selebar.

Rudi Nurdiansyah, KOTA BENGKULU

Langit cerah menaungi Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi bersama ratusan warga, jamaah dakwah, dan para santri saat memenuhi Masjid Banu Zainuddin selepas Magrib, Sabtu (6/7/2019).

H Syahril Zainuddin, sosok di balik peresmian Masjid Banu Zainuddin dan Pesantren As-Salam Gedung B, bersama para sesepuh Pesantren As-Salam, menyambut para tamu dengan ramah diiringi lantunan nada shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

H Syahril Zainuddin mengungkapkan, peresmian Masjid Banu Zainuddin dan Pesantren As-Salam Gedung B didorong atas dasar usaha untuk melanjutkan usaha Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam atas agama.

“Karena santri di Pagar Dewa sudah membludak, makanya kami berinisiatif untuk segera meresmikan masjid dan pesantren ini, meski secara infrastruktur belum begitu memadai,” kata H Syahril.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung At-Taqwa itu menekankan, Masjid Banu Zainuddin yang ada di pesantren tersebut bukan hanya didirikan untuk para santri, tapi juga untuk warga sekitar.

“Harapannya bisa seperti Masjid Nabawi, menjadi penyelesai seluruh masalah umat. Dimana yang punya masalah dengan salat di sini bisa jadi mendapat ilham dan hidayah. Masjid ini dibangun untuk melanjutkan perjuangan dan warisan Nabi Muhammad dalam agama agar usaha Rasulullah tidak terputus,” tegas H Syahril.

Pria yang selalu meluangkan waktunya untuk belajar dakwah di negeri-negeri jauh ini menjelaskan, Masjid Banu Zainuddin dan Pesantren As-Salam Gedung B dibangun juga untuk mendukung program Pemerintah Kota Bengkulu yang dipimpin Wali Kota H Helmi Hasan dan Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi.

“Masjid ini juga untuk menyambut usaha membangun kota hidayah, kota religius yang dicanang Pemerintah Kota Bengkulu. Bagi warga yang punya anak boleh diantar ke sini sebab akan ada pembelajaran baca Qur’an gratis,” tambah pemilik Toko Enggano itu.

Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memberikan kata sambutan.

Sementara Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menuturkan, dakwah bukan kelompok ekslusif. Ia berharap usaha dakwah terus dihidupkan oleh semua kalangan di Kota Bengkulu.

“Kami berharap ketika azan semua aktifitas dihentikan. Camat dan lurah sudah kami imbau. Semarakkan terus suasana religius dan bahagia. Religius itu La Ilaha Illallah. Bahagia itu Muhammadur Rasulullah. Kalau setiap tingkat, suasana agama hidup, mulai dari RT, RW, Lurah, Camat dan seterusnya ada suasana iman dan amal saleh, mudah-mudahan ke depan usaha ini berhasil,” harap Dedy Wahyudi.

Mantan pimpinan salah satu media ternama berprestasi ini juga sempat menyinggung tentang pentingnya setiap masjid di Kota Bengkulu mengadopsi usaha menghidupkan amalan Masjid Nabawi sebagaimana yang diteladani langsung oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Di Kota Bengkulu sudah bisa terlihat di Masjid Agung At-Taqwa. Amalan-amalan agama hidup, menjadi sebab anak-anak muda mendapatkan hidayah. Ke depan akan kita dorong jadi alun-alun. Semoga bisa turun lebih banyak hidayah di Kota Bengkulu,” ujar Dedy mengakhiri sambutannya.

Pondok Pesantren As-Salam yang berpusat di Pagar Dewa merupakan pusat koordinasi dakwah di Provinsi Bengkulu. Pesantren ini telah banyak meluluskan penghafal dan pengamal Al-Qur’an dan terus mengalami perkembangan yang pesat.

Jumlah masjid yang menyambut jamaah dakwah dari seluruh dunia di Bengkulu kian membesar. Masjid-masjid di Bengkulu sendiri terus berusaha untuk membentuk jamaah dakwah agar bisa dikirim ke seluruh alam.

Budaya saling silaturahmi dan saling memikirkan nasib orang lain dikembangkan di masjid-masjid yang telah menghidupkan usaha dakwah. Sejumlah masjid tidak lagi membeku sebagai pusat ritual an sich, namun mencair menjadi pusat ibadah sosial dimana setiap orang dibentuk untuk menjadi pribadi yang beriman, beramal saleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. [**]