PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menjadi khatib di Masjid Baitul Izzah, Jumat (12/7/2019). Dalam khotbahnya, Rohidin mengajak jamaah untuk meneladani kehidupan Nabi Ibrahim AS dan keluarga.

“Mari kita lihat Nabi Ibrahim, dengan ketaqwaannya mengantarkan ke jenjang yang yang mulia dan dapat menjadi keberkahan baik dunia maupun akhirat,” kata Rohidin.

Diketahui, kisah Nabi Ibrahim AS ini juga pernah diangkat oleh Rohidin waktu safari subuh, Kamis (11/7/2019) di Masjid Jami’atul Mukhlisin, Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko.[Medi Muamar]

Adapun kisah Nabi Ibrahim, sebagai berikut:

Nabi Ibrahim AS adalah anak Azar yang merupakan keturunan Sam bin Nuh. Pada masa Raja Namrud, yang bertahta di negri Mausul mengeluarkan undang-undang yang memerintahkan agar setiap anak lelaki yang lahir di negrinya dibunuh.

Karena hal tersebut, orang tua Nabi Ibrahim kemudian menyembunyikan Nabi Ibrahim di dalam gua, dan atas izin Allah SWT Nabi Ibrahim tidak mati.

Pada usianya yang semakin meningkat, Nabi Ibrahim mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa berhala-berhala yang terbuat dari batu dan tidak mampu berbuat apa-apa itu disembah dan dipuja-puja oleh kaumnya.

Kemudian, Nabi berfikir tentang Tuhan yang di yakini bahwa batu batu tidak patut sembah. Apalagi matahari dan bulan serta bintang yang tidaklah kekal. Oleh sebab itu, maka Nabi Ibrahim pun berseru kepada kaumnya bahwa Tuhan bukanlah yang mereka yakini selama ini.

Pada suatu hari, Raja Namrud beserta orang banyak pergi berburu. Sedangkan Nabi Ibrahim memasuki tempat berhala-berhala mereka dan menghancurkan semua berhala itu, kecuali satu yang tetap ditinggalkannya utuh, yaitu berhala yang paling besar.

Dileher berhala yang paling besar itu dikalungkannya kampak yang barusan digunakan untuk menghancurkan berhala-berhala yang lainnya. 

Sepulangnya dari berburu dan Raja Namrud beserta pengiringnya mengetahui bahwa berhala mereka telah hancur, maka marahlah mereka. Dan tidak salah lagi, mereka menuduh Nabi Ibrahim lah yang telah melakukannya, karena beliaulah yang gigih menentang penyembahan berhala itu.

Nabi Ibrahim ditangkap dan dihadapkan kepada Raja Namrud.
 
Sang Raja bertanya.

“Hai Ibrahim! kamukah yang telah menghancurkan berhala-berhala itu?”

Nabi Ibrahim tanpa ragu-ragu menjawab.

“Bukan aku yang menghancurkannya, tetapi berhala yang paling besar itu. Buktinya kampak penghancur berhala itu masih tergantung dilehernya!”

Sang Raja berkata, “Mana mungkin berhala itu dapat melakukan seperti yang kau katakan”

Nabi Ibrahim menjawab, “Kalau begitu, mengapa kalian menyembah berhala yang tidak mampu berbuat apa-apa?”

Hal ini membuat Raja Namrud semakin murka dan memerintahkan agar Nabi Ibrahim AS dijatuhi hukuman mati dengan dibakar.

Akan tetapi Allah SWT kembali memperlihatkan kekuasaanya, dan Allah SWT berfirman kepada api.

“Hai Api! hendaklah menjadi dingin dan selamatkanlah Ibrahim!” (Surah Al-Anbiya ayat 69) Setelah api padam, keluarlah Nabi Ibrahim AS tanpa mengalami cidera sedikitpun.

Dalam menjalankan tugas kerasulannya, Nabi Ibrahim AS berusaha menyadarkan bapaknya agar tidak lagi menyembah berhala, jangan memperturutkan jalan setan agar terlepas dari siksaan Allah SWT.

Namun bapak Nabi Ibrahim menjawab.

“Adakah engkau membenci tuhan-tuhanku, Hai Ibrahim? Ingatlah, jika tidak kau hentikan hinaan-hinaanmu terhadap tuhan-tuhanku, niscaya aku akan menyiksamu, dan enyahlah engkau buat selama-lamanya!” (Surah Maryam ayat 46)

Karena tetap ingkar kepada Allah SWT, maka Allah menghukum raja Namrud beserta pengikut pengikutnya dengan nyamuk-nyamuk yang sangat luar biasa banyaknya.

Nyamuk-nyamuk itu memasuki dan menggigit tubuh Raja Namrud dan pengikutnya, memasuki lubang telinga, hidung, dan lain-lain. Raja Namrud sendiri pun mati dengan cara siksaan yang demikian.

Diketahui, Nabi Ibrahim memiliki isteri dua orang, yaitu Siti Hajar dan Siti Sarah. Dari Siti Hajar Nabi Ibrahim a.s. memiliki anak yang bernama Ismail, sedangkan dari Siti Sarah Nabi Ibrahim a.s. memiliki anak bernama Ishak. Siti Sarah baru melahirkan anaknya setelah usianya lanjut.