PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Seperti diketahui bersama, beberapa waktu lalu Kota Bengkulu dihebohkan dengan adanya pembunuhan wanita hamil tua di Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu. Dan ternyata terduga pelaku tersebut  adalah suami korban sendiri yakni Romi Sepriawan. Atas perbuatannya tersebut, Romi Sepriawan dijerat pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkulu (Kejari) dalam pelimpahan tahap dua di Kejari Bengkulu, Kamis (11/7/2019).

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH MH, melalui JPU Daniel mengatakan, berdasarkan pengakuan terdakwa sesuai dengan yang ada di dalam berkas perkara. Sesuai rekontruksi terdakwa menjelaskan dengan gamblang dan terperinci kejadian tersebut.

Terdakwa melanggar pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP lebih-lebih pasal 355 KUHP lebih-lebih pasal 356 KUHP subsider pasal 351 KUHP ayat (3) KUHP dan pasal 44 ayat (3) undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

“Ancaman hukumannya untuk pasal 340 hukuman mati atau seumur hudup,” jelas Daniel.

Ditambahkan Daniel, dari keterangan sementara, terdakwa mengatakan ia kebingungan saat melancarkan aksinya.

“Tapi saya fikir dia sadar, dia langsung tunjuannya memang menggorok istrinya sesuai berkas di dalam perkara,” beber Daniel.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Panca Darmawan mengatakan, pihaknya masih mempelajari unsur-unsur yang lakukan terdakwa.

“Tapi untuk sementara waktu seperti yang saya sampaikan terdahulu ada kelainan kejiwaan dari terdakwa,” katanya.

Panca mengungkapkan dari penasehat hukum sudah minta kepada penyidik agar diperiksa kejiwaan terdakwa. Hasilnya nanti akan disampaikan di Pengadilan.

“Nanti mungkin akan dihadirkan juga dokter yang memeriksa terdakwa. Karena setiap pertanyaan yang diajukan banyak terdakwa ini tidak paham,” ucap Panca.

Jadi, imbuh Panca, pasal yang disampaikan JPU akan dikaji dan pihaknya akan menyampaikan pasal yang tepat di Pengadilan.

“Kalau salah, kita katakan dia salah karena sudah menghilangkan nyawa tetapi sebabnya yang harus kita alami,” terang Panca.[Anto]