PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Atraksi 500 Dol kali ini yang terlaksanakan di ikon Pantai Panjang sore tadi, membentuk Bunga Rafflesia, sebagai ikon Provinsi Bengkulu, Sabtu (20/7/2019).

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan bahwa kolaborasi musik Dol yang membentuk Bunga Rafflesia sore ini begitu meriah.

“Irama dentuman musik Dol begitu menggugah semangat,” kata Rohidin.

Selain itu, Rohidin juga mengatakan kehadiran drummer kelas wahid ini, sebagai cara pemerintah Bengkulu untuk menunjukkan bahwa alat musik khas Bengkulu, layak untuk ditampilkan di kancah internasonal.

“Kolaborasi dengan drummer kaliber dunia ini untuk menunjukkan bahwa Dol dapat mengguncang dunia,” kata Rohidin.

Untuk itu, Rohidin mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam acara ini.

“Saya berterimakasih kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi,” ucap Rohidin.

Kemudian Rohidin juga mengajak masyarakat, untuk hadir acara lainnya dalam beragam kegitan lainnya di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu.

Beragam kegiatan lainnya, yakni Festival Kopi Bengkulu, Bencoolen Ethnic Carnival, NgeTrail Wonderful, Bencoolen Arts & Culture Festival, Seni Lukis, dan Bencoolen INAFACT Fair.

Diketahui, selain berkolaborasi dengan pemain Dol kelas dunia, juga berkaloborasi dengan seniman Negara tetangga.

Dol merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bonggol kelapa yang berusia 20 sampai 40 tahunan kemudian dibentuk seperti bedug yang dirongganya dilapisi kulit sapi yang dikeringkan.

Dol ini banyak dikoleksi oleh pemerintah, sanggar-sanggar maupun turis. Harga dari alat musik Dol dibandrol mulai dari Rp1 juta hingga Rp2,5 juta sesuai dengan ukurannya.

Setiap menjelang Festival Tabut ini, selalu banyak pesanan pembuatan Dol, baik itu Dol dalam bentuk alat musik dimainkan maupun Cinderamata.

Dol memang memiliki keunikan tersendiri baik secara desain ataupun bunyi yang dihasilkan. Sehingga tak jarang Turis yang datang ke Bengkulu mencari alat musik tradisional ini untuk menjadi cinderamata atau oleh-oleh. [Medi Muamar]