PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu menginstruksikan kepada KPU kabupaten/kota untuk menunda pelaksanaan pleno penetapan caleg terpilih sesuai hasil pleno rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan sebelumnya.

Hal tersebut dijelaskan oleh anggota Divisi Teknis KPU Provinsi Bengkulu, Emex Verzoni untuk menunda caleg terpilih, Kamis (4/7/2019).

“Seluruh KPU kabupaten/Kota untuk menunda pelaksanaan caleg terpilih,” kata Emex.

Intruksi penundaan tersebut, Emex mengatakan sesuai surat dengan yang tertuang di KPU RI Nomor : 986/PL.01.9-SD/03/KPU/VII/2019 untuk penetapan perolehan kursi dan calon terpilih hasil pemilu DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2019, pasca pencatatan nomor register perkara pada BRPK PHPU di MK, maka untuk pleno penetapan tersebut ditunda.

“Penundaan itu sesuai dengan di surat KPU RI,” kata Emex.

Kemudian, Emex menjelaskan bahwa meski sebelumnya sudah ada beberapa KPU kabupaten/kota telah menjadwalkan pelaksanaan pleno penetapan caleg terpilih, namun harus ditunda hingga menunggu secara resmi BRPK (Buku Registrasi Perkara Konstitusi) dari Mahkamah Konstitusi yang akan disampaikan ke KPU RI.

“Tunda sampai ada kejelasan registerasi BRPK. Dan untuk register BRPK yang beredar secara online. Kita tidak bisa menjamin kalau BRPK tersebut resmi, sebab itu kita harus menunggu pemberitahuan secara resmi BRPK tersebut dari sekretariat MK,” jelas Emex

Lanjut Emex, jika nanti ada perubahan BRPK nya baik penambahan atau pengurangan dari yang yang beredar.

Untuk itu, masa penetapannya nanti setelah BRPK diterima secara resmi ada waktu diberikan lima hari agar dilakukan penetapan.

“Untuk masa penetapan nanti, setelah BRPK diterima secara resmi ada waktu diberikan lima hari agar dilakukan penetapan,” tutup Emex.[Medi]