PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Pengadilan Negeri Bengkulu melaksanakan sidang putusan terhadap dua kurir narkoba seberat 300 gram jenis sabu-sabu yakni terdakwa Sopyan A Rahman dan terdakwa Nurwati Laoren serta terhadap pemesan narkoba yakni Reki Wijaya di Pengadilan Negeri Bengkulu, Selasa (2/7/2019).

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Imanuel ketiga terdakwa di vonis bervariasi, terdakwa Sopyan A Rahman dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, terdakwa Nurwati Laoren dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan terdakwa Reki Wijaya yang merupakan tahanan lapas Bentiring Kota Bengkulu di jatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Selain itu, ketiga terdakwa juga dikenakan denda sebesar 2 miliyar rupiah dengan sanksi tiga bulan penjara. Dalam sidang para terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 undang-undang republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika atau kedua sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat 2 jucto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Vonis Majelis hakim kepada tiga terdakwa jauh lebih rendah dari tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni terdakwa Sopyan A Rahman dituntut 15 tahun penjara dan denda 1 miliyar, terdakwa Reki Wijaya dituntut 17 penjara dan denda 1 milyar rupiah, terdakwa Nurwati Laoren dituntut 16 tahun penjara dan denda 1 miliyar rupiah.

Atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim, JPU dan tiga terdakwa masih pikir-pokir apakah akan melakukan upaya hukum lainnya atau tidak.

Untuk diketahui, tiga terdakwa tersebut di tangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu tanggal 24 Maret 2019 lalu. Saat itu terdakwa Sopyan baru saja tiba dari pekan baru dengan menggunakan bus dengan membawa tiga bungkus plastik bening yang berisi sabu sabu seberat 300 gram yang berasal dari Aceh hendak dibawa ke Pekan Baru dan kemudian dilanjutkan ke Bengkulu. Terdakwa diupah sepuluh juta rupiah untuk membawa barang haram tersebut. Berdasarkan pengakuan terdakwa Sabu tersebut akan diserahkan kepada terdakwa Nurwati Lorean yang diperintah terdakwa Reki Wijaya untuk membeli dengan upah lima juta rupiah. Selanjutnya terdakwa Nurwati Lorean akan menempatkan Sabu tersebut di tiga tempat berbeda. Sedangkan terdakwa Reki Wijaya mengaku bahwa narkoba yang ia dapat berasal dari Firdaus dengan cara mentransfer uang muka sebesar 40 juta rupiah dan sisanya dibayar setelah barang diterima.[Anto]