Ilustrasi Banjir

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Banjir yang menerpa beberapa wilayah di kota Bengkulu pada Senin kemarin (8/7/2019), menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam hal penataan ruang wilayah.

Menurut Direktur Genesis, Uli Artha mengatakan kawasan serapan air itu sangat penting, terutama untuk perumahan perumahan komersil ataupun bangunan bangunan lainnya.

“Terhadap Banjir yang yang selalu menerpa Bengkulu akhir akhir ini, maka pemerintah harusnya memikirkan untuk bagaimana menanggulangi masalah banjir tersebut, terutama bagaimana membangun serapan air agar jika terjadi hujan lebat bisa meminalisir terjadinya banjir,” kata Uli, Selasa (9/8/2019).

Lanjut Uli, mengatakan kuantitas hujan lebat atau tidak memang tidak bisa diatur, tetapi bisa mengantisipasi dampaknya dengan cara penataan ruang berbasis kondisi kewilayahan, daya tampung serta daya dukungnya.

“Kuantitas hujan tidak bisa kita atur, akan tetapi bisa kita antisipasi dengan cara penataan ruang berbasis kondisi kewilayahan, daya tampung serta daya dukungnya,” lanjut Uli.

Secara umum kata Uli, konsep bioregion dalam antisipasi dan penyelesaian masalah banjir itu diperlukan, terutama kondisi tutupan lahan dari hutan, untuk di pastikan keselamatannya.

“Mengapa? Karena hutan menyerap air,” jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya, usulan pelepasan 53.037,68 hektare kawasan hutan oleh Gubernur Bengkulu pada bulan Januari 2019 lalu tanpa ada koreksi secara menyeluruh akan mengakibatkan banjir yang lebih besar. Uli Juga mengatakan, jika usulan itu dilaksanakan maka banjir tidak akan bisa diselesaikan.

“Usulan pelepasan 53.037,68 hektare itu akan berpotensi banjir besar dan jangan harap persoalan banjir itu dapat terselesaikan, jika ribuan hektare dilepas,” kata Uli.

Tambah Uli, konsekuensi paling logis adalah banjir bahkan longsor akan terus menimpa masyarakat, tanpa terkecuali.

“Konsekuensinya adalah banjir bahkan longsor, dan ini akan terus menimpa masyarakat, tanpa terkecuali,” tutup Uli.

Diketahui, berdasarkan hasil monitoring Sie Intel Satbrimobda Bengkulu, adapun wilayah yang terkena dampak banjir di Kota Bengkulu pada hari Senin (8/7/2019), adalah sebagai berikut :

1. Kecamatan Muara Bangkahulu
– Jl. Kalimantan Kel. Rawa Makmur genangan air menunjukkan kenaikan debit air dan telah menggenangi Jalan raya dengan ketinggian 40 cm.

2. Kecamatan Ratu Agung
– Jl. Sepakat Kelurahan Sawah Lebar Baru genangan air setinggi 15 Cm dan air telah memasuki beberapa rumah warga
– Jl. Dempo Kelurahan Kebun Tebeng mengalami kenaikan debit air setinggi 30 cm dan air telah memasuki beberapa rumah warga.
– Jl. Kuala Lempuing Rt 02 dan rt 09 Kelurahan Lempuing genangan air setinggi 10 Cm.

3. Kecamatan Ratu Samban
– Jl. Putri Gading Cempaka Kelurahan Penurunan (Depan Bencoolen Mall) genangan air setinggi 40 cm dan telah menutupi jalan raya.

4. Kecamatan Selabar
– Perum Pekan Sabtu Estate Kelurahan Pekan Sabtu genangan air setinggi 30 Cm dan air telah memasuki beberapa rumah warga.
РPerumahan Villa Taman Surya Kelurahan  Pekan Sabtu genangan air setinggi 30 Cm dan air telah memasuki beberapa rumah warga.

5. Kecamatan Sungai Serut
– Pintu Air Suka Merindu, Tanjung Agung dan Tanjung Jaya untuk debet air mulai meningkat 10 cm.

6. Kecamatan Gading Cempaka
– Hibrida 15 perum BNP Rt.36 1 Kelurahan Sidomulyo genangan air setinggi 30 Cm dan telah memasuki beberapa rumah warga.
РBelakang Gedung DPRD Provinsi Bengkulu Kelurahan  Padang harapan sebagian mengalami tanah longsor. [Medi Muamar]