Konfrensi pers Polda Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kinerja Subdit Jatanras Polda Bengkulu patut diacungi jempol, pasalnya baru-baru ini pihaknya berhasil meringkus tiga pelaku bandit yaitu DK, AT, dan N. Dari ketiga tersangka tersebut yakni tersangka AT merupakan bandit pecah kaca lintas Provinsi.

Wadir Reskrimum Polda Bengkulu, AKBP Anjas Gautama Putra, saat konferensi pers, di Mapolda Bengkulu, Jumat (6/7/2019) mengatakan ketiga tersangka sempat ingin kabur sehingga harus ditembak oleh petugas. Para tersangka merupakan target operasi musang yang berhasil diungkap pada Juli 2019.

Tersangka DK ditangkap di Kabupaten Seluma yang merupakan jambret di empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) salah satu TKP di Royal Cafe. Modus tersangka dengan berpura-pura meminta tolong kepada korban bantu mendorong sepeda motor dengan alasan kehabisan bahan bakar dan disitu korban merampas Handphone korban dan barang berharga lainnya.

Kemudian tersangka AT berhasil ditangkap di Air Sebakul dengan kasus Pencurian dan Kekerasan (Curas) dengan TKP depan STQ, dan Talang Empat. Tersangka berhasil mengambil 1 sepeda motor jenis Scopy, 1 Honda Beat.

Modus tersangka berpura-pura  melakukan fotocopy kemudian membawa kabur sepeda motor korban. AT masuk dalam DPO setelah aksinya merampok uang milik nasabah salah satu bank di Jakarta. AT juga merupakan pelaku pecah kaca yang pernah beraksi di Bekasi Provinsi Jawa Barat dan Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan. Disana korbannya juga nasabah bank.

Tersangka merupakan sindikat pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata api. Kemudian tersangka N TKP di Kabupaten Seluma dan berhasil ditangkap di depan Hotel Royal, tersangka mengambil barang berharga milik korban saat kondisi rumah sedang kosong.

“Saat akan dilakukan penangkapan para terduga pelaku melawan petugas sehingga petugas dilapangan terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur. Tiga terduga pelaku berbeda jaringan dan TKP, dan terdiri dari Curas, Jambret dan Curanmor. Mereka beraksi tidak sendiri, ada satu pelaku jambret yang sudah kita tangkap, untuk curanmor ada satu tersangka di Polres Lubuk Linggau dan ini masih kita dalami lagi,” ungkap Anjas.

Sementara, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu AKBP Max Mariners mengatakan, untuk tersangka AT telah menyiapkan sebuah gudang disekitar kediamannya untuk menyimpan sepeda motor hasil rampasan.

Dari hasil interogasi petugas diketahui sepeda motor hasil rampasan tersebut akan dibawa ke Kabupaten Rejang Lebong. Disana, sudah ada dua orang penadah yang sanggup menampung sepeda motor hasil rampasan tersebut. Max menyebut dua orang tersebut saat ini dalam pengejaran polisi. Max menambahkan, saat dilakukan penggeledahan Polisi menemukan barang bukti potongan busi yang diduga digunakan AT untuk aksi pecah kaca mobil.

“Dia ini sudah profesional. Selalu yang menjadi targetnya adalah nasabah bank. Dia ini juga residivis untuk kasus yang sama,” jelas Max.[Anto]