Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP Rizka Fadhila

PedomanBengkulu.com, Seluma – Sat Reskrim unit Tipidkor Polres Seluma saat ini terus melakukan penyelidikan, terkait dugaan penggelapan gaji Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) KPU Seluma tahun 2018. Guna melengkapi keterangan penyidik kembali memanggil saksi dari KPU Seluma.

“Masih kita lakukan penyelidikan. Mantan bendahara KPU sudah kita panggil ulang guna melengkapi keterangan yang sudah diberikan,” kata Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana melalui Kasat Reskrim AKP Rizka Fadhila kepada wartawan, Jumat 19 Juli 2019.

Sampai Rizka, pihaknya masih melakukan kordinasi ke BPKP untuk mengetahui berapa jumlah kerugian negara dari hasil audit internal KPU RI.

“Kita masih koordinasin ke BPKP untuk menghitung berapa kerugian negara dari hasil audit internal KPU pusat. Dari hasil audit internal terhadap pengelolaan anggaran KPU Seluma sebesar Rp1 miliar lebih. Pastinya silahkan koordinasi ke KPU,” jelas Rizka.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan anggaran di KPU Seluma tahun 2018 lalu terkait belum dibayarnya gaji Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) bulan November dan Desember 2018 di Tiga kecamatan yakni Kecamatan Ulu Talo, Semidang Alas (SA) dan Semidang Alas Maras (SAM), senilai Rp 504 juta.

Diduga uang untuk pembayaran gaji ini terpakai oleh Mantan Sekretaris KPU Seluma yang saat ini telah pensiun dan Mantan Bendahara Pengeluaran yang juga telah dipecat dari jabatannya sejak kasus ini mencuat. [YD]