PedomanBengkulu.com, Seluma – Sebanyak 17 Wali murid dari Sekolah Dasar Negeri 130 Seluma yang berlokasi di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Semidang Alas (SA) datangi dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seluma.

Kedatangan 17 wali murid ini akibat terkendala anaknya untuk mendaftar sekolah di SMPN 1 Pajar Bulan yang jaraknya lebih dekat dari zonasi yang ditetapkan Diknas Seluma di SMPN 4 Nanti Agung Kecamatan SA.

“Jarak tempuh ke SMPN 1 desa kami hanya 1 kilo saja, malah mendapatkan sekolah zonasi ke SMPN 4 yang jarak tempuh mencapai 2,5 kilo. Jadi kami minta anak kami tetap sekolah ke SMP 1,” kata salah satu wali murid, Hendra (40) warga Rantau Panjang kepada wartawan. Senin (08/6).

Disampaikan juga, Zetendi Santoso (45), bahwa anaknya enggan ke sekolah SMPN 4 karena jaraknya memang lebih jauh dari SMPN 1. Dengan itu dirinya berharap pihak diknas bisa merubah zonasi, karena bukan tidak mau mendukung wajib belajar 9 tahun, hanya saja, jika tidak dipenuhi kemauan anaknya tersebut maka mereka tidak ingin sekolah lagi.

“Ini paksaan anak, mereka ancam putus sekolah jika tidak dapat sekolah di SMPN 1. Kami minta diknas bisa merubah zonasi ini, “jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP, Diknas Seluma, Sukiman mengatakan, Zonasi tidak bisa dirubah, karena sudah berpacu pada peraturan Kemendikbud. SMPN 1 itu sudah dikelilingi oleh banyak SD yang besar, sedangkan SMPN 4 itu paling dekat yakni SD 130 dengan itu Dinkas mengarahkan ke SMPN 4.

“SMPN 1 tersebut memang sudah dikelilingi sekitar 5 SD yang besar. Sedangkan SMPN 4 ini yang paling dekat SD 130 tersebut itulah kita arahkan ke SMP 4, “jelas Sukiman.

Menurutnya, dari 17 siswa SD 130 tersebut bisa masuk ke SMPN 1 dari ketentuan jalur 5 persen dari Prestasi dan Kartu Keluarga. Hanya saja, minimal setengah dari jumlah tersebut.

“Nanti bisa masuk 5 persen dari jalur prestasi dan 5 persen dari KK ke SMPN 1. Sisanya nanti bisa masuk ke SMPN 4,” ujar Sukiman.

Dengan sistem Zonasi yang diterapkan sesuai peraturan Kemdikbud ini, rata-rata sekolah tidak terpenuhi jumlah yang diharapkan. Dari jumlah biasa capai 150 siswa dengan ada aturan zona sekolah hanya menampung 80 siswa. [YD]