PedomanBengkulu.com, Seluma – Investor dari Kabupaten Bengkulu Selatan berencana akan menanamkan investasinya di Kabupaten Seluma. Nilai investasi yang akan dikucurkan sebesar Rp 2,7 Triliun, dalam bentuk Agrowisata yang akan dikelolan oleh PT Manna Raya Putra. Investor ini sudah memiliki izin HGU seluas 1.500 hektar lahan di Kecamatan Talo.

Direktur PT Manna Raya Putra, Yulis Ahmad mengatakan bidang usaha mereka adalah Agrowisata. Yang bergerak dibidang penanaman durian jenis Musang-king, kemudian usaha pembuatan kolam wisata. Usaha pembuatan sarang burung walet. Usaha penggemukan sapi, kemudian perkebunan kelengkeng. Serta beberapa jenis bidang usaha lainnya.

“Nilai investasi yang akan kami tanamkan di Kabupaten Seluma sebesar Rp 2,7 triliun. Untuk membuka beberapa bidang usaha agrowisata,” kata Yulis Ahmad saat melakukan pemaparan di depan Bupati Seluma dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya seperti DPMPPTSP, Dinas Sosial, Dinas PU, Dinas Pertanian serta sejumlah OPD lainnya, Senin 15 Juli 2019.

Ditambahkannya, usaha agrowisata itu sendiri akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 1500 orang. Sehingga juga bisa membantu mengatasi pengangguran di Kabupaten Seluma.

“Nanti untuk tenaga teknis kita butuhkan 1500 orang, ” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Hukum Pertanahan BPN Provinsi Bengkulu, Safriando justru mengatakan bahwa tanah HGU milik PT Manna Raya Putra ini masuk kategori tanah terlantar. Kemudian lahan seluas 1500 hektar ini sudah masuk dalam data base sebagai tanah terlantar. Karena selama ini tidak dimanfaatkan oleh yang diberikan kuasa HGU tersebut.

“Dari data yang kami punya, lahan milik PT Manna Raya Putra ini masuk data base tanah yang ditelantarkan. Kemudian selama masih masuk data base, tidak boleh ada aktivitas atau kegiatan diatasnya,” jelasnya.

Sehingga BPN Provinsi Bengkulu meminta agar pemegang hak kuasa HGU untuk mengurus pengeluaran dari data base tanah terlantar. Namun proses pengurusan ini membutuhkan waktu setahun lebih di Kementrian Kehutanan. Ditambah lagi HGU PT Manna Raya Putra habis pada Desember 2020 mendatang. Sehingga proses pengeluaran dari data base ini harus segera diselesiakan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH menyambut baik niat investor dari Kota Manna ini. Pemkab Seluma pada dasarnya mendukung selama ini memang mencari investor yang ingin membuka usaha di Kabupaten Seluma. Namun tentunya semuanya juga harus sesuai dengan prosedur. Serta semua persyaratan harus dilengkapi terlebih dahulu. Sehingga tidak meimbulkan permasalahan. [YD]