PedomanBengkulu.com, Seluma – Saat ini panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Seluma telah membuka pendaftaran Calon Kepala Desa, yang mana Pilkades serentak ini akan dilaksanakan pada tanggal 7 November 2019.

Berdasarkan perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 21 tahun 2018, tentang Pelaksanaan Pilkades. Namun, dalam perubahan kita juga masukkan syarat bagi desa yang memiliki calon lebih dari lima harus mengikuti seleksi tambahan, yakni, pengalaman, pendidikan dan umur.

“Calon lebih dari lima, sudah diatur Perbup Nomor 21 Tahun 2018, namun kita lakukan perubahan. Cakades yang lebih dari lima harus ada seleksi tambahan,” kata Kabag Hukum Setda Seluma, Nurfadliyah kepada, Selasa (30/7/2019).

Dijelaskannya, seleksi tambahan yang harus dilakukan bagi cakades yang lebih dari lima. Terutama mereka harus seleksi pengalaman, jika sama-sama memiliki pengalaman, maka pengalaman yang paling sedikit atau paling rendah akan digugurkan. Hingga calon mengerucut menjadi lima calon.

“Jika salah satu cakades pengalamnnya tertinggi dari calon lain, maka dia dinyatakan lolos dan tidak mengikuti seleksi lainnya,” jelas Nurfadliyah.

Selanjutnya, jelas Nurfadliyah, jika seleksi pengalaman seluruh cakades sama, maka dilanjutkan dengan tambahan seleksi pendidikan. Yakni pendidikan cakades yang terendah digugurkan. jika bakalan calon kriteria pendidikan sama dari semua cakades maka dilanjutkan tambahan seleksi umur.

“Kalau seleksi pendidikan masih sama, maka dilanjutkan ke seleksi umur, yang mana umue paling tua digugurkan, dilihat berdasarkan tanggal dan tahun kelahiran, kalau masih sama dihitung dari tanggal dan hari. Didasari juga dengan bukti sah ijazah dan akte kelahiran,” imbuh Nurfadliyah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa(PMD) Saparudin mengatakan, saat ini tahapan pilkades sudah masuk kepada tahapan seleksi dan pembentukan panitia pelaksanan pilkades. Namun bagi sejauh ini bagi kades yang sudah menjabat lebih dari tiga kali tidak dibenarkan maju kembali. Melainkan bisa memberikan kesempatan pada calon lainnya untuk maju sebagai calon kades.

“Tidak dibenarkan dalam Perbup kades yang sudah tiga kali menjabat maju kembali. Ini juga menjadi bagian dari Perbup pilkades,” imbuhnya.[YD]