PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Setiap tanggal 12 Juli, Pemerintah Republik Indonesia (RI) memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). Sebagai sesuatu yang cukup penting di kalangan masyarakat di Indonesia, peringatan Harkopnas juga dilaksanakan tanggal 12 Juli 2019 ini.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief memberikan apresiasi atas penetapan tema “Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0” dalam acara puncak Harkopnas 2019.

“Sekarang memang zamannya sudah serba digital. Kalau nggak pintar-pintar pakai teknologi, kita akan selalu tertinggal. Meskipun koperasi ini sudah ada sejak Indonesia baru merdeka, semangatnya tetap harus mengikuti perkembangan zaman,” kata Riri Damayanti kepada media, Jumat (12/7/2019).

Untuk mensukseskan hal ini, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini mengajak millenial Indonesia sebagai generasi Z untuk ikut serta berpartisipasi aktif untuk mengembangkan perkoperasian Indonesia.

“Saya yakin di sekolah-sekolah dan di kampus-kampus, millenial kita sudah mengembangkan koperasi. Apakah sudah berbasis digital, saya belum banyak dengar. Tapi saya yakin millenial kita mampu mengembangkannya dan menularkannya kepada masyarakat,” harap Riri Damayanti.

Mahasiswa Magister Manajemen di Universitas Bengkulu itu menjelaskan, banyak koperasi yang memiliki potensi besar untuk maju namun belum ditopang oleh teknologi mutakhir untuk mengelola keanggotaan dan transaksi-transaksi ekonominya.

“Ini tantangannya, bagaimana koperasi yang tadinya dikelola secara tradisional bisa sama-sama kita dorong untuk menerapkan teknologi digital. Kalau bisa belum bisa seperti bank, paling tidak pembukuan transaksinya bisa via online, bisa diakses kapan saja dan dimana saja,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu tersebut optimis, bila dikelola dengan baik dan benar, koperasi bisa sangat membantu pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Saya berharap Kementerian terkait bisa memberikan perlindungan dan bantuan lebih banyak untuk koperasi-koperasi yang ada agar jangan sampai bangkrut digilas oleh lembaga-lembaga keuangan besar. Saya prihatin ketika mendapat laporan ada banyak koperasi yang sekarang tinggal papan nama karena tidak mampu bersaing dengan lembaga keuangan non-koperasi,” demikian Riri Damayanti.

Koperasi merupakan sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Kegiatan-kegiatan koperasi dilandasi oleh prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan atau gotong royong.

Pemerintah RI mengatur masalah perkoperasian ini dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 1992.

Peringatan Harkopnas yang ke-72 tahun 2019 ini dilakukan di GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah. Dihadiri oleh Meteri Koperasi dan UKM, Bintang Puspa Yoga. Harkopnas 2019 kali ini mengusung tema ‘Revolusi total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0’. [Eva De]