Senator Riri Damayanti John Latief saat berbincang bersama Komisioner KPU RI Hasyim Asyari usai menggelar rapat bersama.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pada 23 September 2020 nanti, sebanyak 270 daerah akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang terdiri dari sembilan pemilihan gubernur, 224 pemilihan bupati, dan 37 pemilihan walikota.

Dari sembilan provinsi tersebut, Bengkulu merupakan salah satu daerah yang akan memilih gubernur selain Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, pilkada serentak 2020 merupakan salah satu agenda penting negara untuk menentukan kepala daerah yang mampu mengatasi berbagai persoalan dan tuntutan masyarakat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini agenda penting setelah pemilu 2019 kemarin. Saya dan ratusan juta pemilih dalam pilkada 2020 ini berharap yang terbaik, lahirnya pemimpin-pemimpin yang mengerti dan memahami apa yang dimaui oleh masyarakat, mengerti dan mampu mengatasi berbagai persoalan masyarakat,” kata Riri Damayanti kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Dijelaskan Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini, ia memiliki empat catatan untuk pilkada serentak 2020. Dengan catatan-catatan tersebut, ia berharap kualitas pilkada 2020 lebih baik dari pemilu 2019 kemarin.

Pertama, Riri Damayanti menjelaskan, mengenai data pemilih.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memprediksi ada sekira 107,5 juta pemilih yang akan berpartisipasi di pilkada serentak 2020 mendatang.

“Data pemilih ini harus disusun secara sempurna. Karena ini selalu jadi masalah setelah selesai pemilihan. Bisa ditengok dari gugatan yang masuk ke MK. Kemendagri, KPU, Bawaslu dan pihak-pihak terkait sebaiknya memastikan gugatan semacam ini ke depan nggak ada lagi,” ujar Riri Damayanti.

Kedua, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur itu melanjutkan, persoalan penerapan teknologi dalam pilkada 2020. Menurut Riri Damayanti, kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pemilu 2019 jangan sampai terulang.

“Penerapan teknologi e-voting pilkada 2020 menurut saya wacana bagus, mengurangi resiko keletihan petugas di bawah dan lebih praktis. Tapi plus minusnya dikaji betul. Apalagi di Indonesia masih banyak wilayah terpencil yang mungkin belum mampu dijangkau oleh teknologi,” ungkap Riri Damayanti.

Ketiga, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu itu menuturkan, adanya prediksi mayoritas incumbent atau petahana kembali mencalonkan diri dalam pilkada 2020 mendatang.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri mencatat, sebanyak 7 gubernur dan wakil gubernur, 181 bupati, 221 wakil bupati, 29 wali kota, dan wakil wali kota diperbolehkan untuk maju kembali dalam pilkada serentak 2020.

“Hati-hati dengan penyalahgunaan jabatan. Ini sebenarnya masalah klasik. Saya harap tidak sampai terjadi. Kemendagri sudah mengeluarkan aturan soal mutasi untuk mengantisipasi tapi saya berharap ada regulasi yang lebih baik lagi untuk mencegah terjadinya penyelewengan kekuasaan,” harap Riri Damayanti.

Keempat, yang terakhir, Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menambahkan, usulan mengenai waktu kampanye yang dipersingkat.

“Kalau memang KPU menerima usulan itu, jangan sampai waktu kampanye yang singkat justru membuat pengetahuan pemilih tentang calon-calon yang maju jadi minim. Nanti seperti pepatah beli kucing dalam karung. Kampanye memang nggak perlu panjang, tapi waktu yang ada harus cukup untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang siapa calon-calon pemimpin mereka,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, KPU pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan pada bulan Februari 2020 dan untuk pendaftaran calon bupati dan wakip bupati serta walikota dan wakil walikota akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Maret.

Kemudian, rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota akan dilaksanakan pada 29 September-1 Oktober 2020. Hasil pilkada serentak 2020 pada pemilihan gubernur akan dilaksanakan pada 3-5 Oktober 2020. [Eva De]