Terdakwa Welia Puspita Sari menjalani pemeriksaan tahap II

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim penyidik Kepolisian Resort (Polres) Kota Bengkulu baru saja melimpahkan dua tersangka pengedar sekaligus pemakai narkoba golongan satu jenis sabu sabu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Selasa (22/7/2019).

Dua tersangka yang dilimpahkan tersebut yaitu Welia Puspita Sari dan Rangga Saputra. Mereka merupakan pasangan suami istri dan setelah menjalani tahap dua kini mereka resmi naik status menjadi terdakwa.

Dalam keterangannya kepada JPU terdakwa Welia Puspita Sari mengaku sudah setahun menikah dengan terdakwa Rangga Saputra. Wanita berumur 24 tahun dan berparas cantik ini mengaku memakai sabu sekitar tiga bulan. Sementara, untuk narkoba yang dia jajakan didapat dari salah satu pengedar yang saat ini menjadi buronan polisi. Tugas dia adalah mengantar barang haram tersebut ke pada orang yang membutuhkan atau memesan dengan upah 200 sampai 300 ribu sekali antar.

“Satu tahun nikah, iya makai pak sekitar tiga bulan,” ucap Welia saat ditanya JPU.

Data terhimpun dalam penangkapan terdakwa beberapa waktu lalu, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 0,5 kg sabu dan 515 butir pil ekstasi di kediamannya yang berlokasi dikawasan Sungai Rupat Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Kemudian barang bukti tersebut sudah dilakukan pemusnahan di Mapolres Bengkulu.

Terkait kasus ini Kejari Bengkulu menunjuk dua JPU dalam sidang nantinya.

Salah satu JPU Kejari Bengkulu, Bertha Camelia SH,MH mengatakan pasal yang disangkakan kepada terdakwa yakni pasal 114 jucto 132 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

“Yang memberatkan jelas, karena mengingat berat barang buktinya. Yang kita kembangkan pasal ini ayat 2 nya,bukan ayat 1,” jelas Bertha.

Dikatakan Bertha, versi dari terdakwa dia mendapatkan barang dari DPO yang memang kenal dengan terdakwa Welia. Jadi ketika dia masuk Bengkulu langsung ketemu, kenal barangnya.

“Menurut keterangan mereka baru tiga bulan ini, tapi kita tidak tau real nya seperti apa. Jadi barangnya itu sudah ada orang-orang khusus istilah mereka itu peluncur. Jadi dia dapat kode dari DPO itu untuk menjual ke yang meminta barang,” beber Bertha.

Dilanjutkan Bertha, ini merupakan hasil pengembangan dari kasus yang sebelumnya. Jadi tersangka yang lain itu berdasarkan keterangannya kepada Polisi membeli dari terdakwa ini.

“Sebenarnya terdakwa ini bukan target operasi, tapi nanti di persidangan akan terungkap. Karena menurut terdakwa barang sebanyak itu didapat dari DPO itu. Dia ini tidak ada pekerjaan dan itu yang membuat kita lebih ke arah pekerjaannya seperti ini (pengedar). Mengingat banyaknya barang juga tidak mungkin kalau mereka hanya memakai,” jelas Bertha. [Anto]