Ira Diana usai penandatanganan fakta integritas di gedung Dewan Pers.

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Selasa, 9 Juli 2019, bertempat di Gedung Nusantara II Ruang Sidang Komisi I DPR RI berlangsung uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Ira Diana, putri terbaik asal Bengkulu mengikuti uji tersebut pada sesi pertama pukul 14.30 setelah anggota DPR sidang paripurna bersama empat rekan calon anggota lainnya.

Dalam paparannya, pendiri berbagai komunitas literasi di Bengkulu tersebut fokus pada peningkatan kapasitas lembaga KPI, literasi media dan juga integritas.

Sementara mengenai integritas, putri berparas manis tersebut telah menandatangani fakta integritas di gedung Dewan Pers sebelum menjalani fit and proper test.

“Komitmen mengenai integritas komisioner KPI yang diminta para jurnalis yang kita anggap sebagai representasi masyarakat, tentu menjadi penting, maka saya siap saja untuk menandatangani fakta integritas tersebut,” kata Ira.

Pada sesi tanya jawab, anggota dewan menanyakan mengenai gaji KPI pusat dan juga KPID. Ira lagi-lagi memberikan contoh yang sangat dekat dengan dirinya, yaitu kota Bengkulu.

“KPID Bengkulu itu didanai oleh dana hibah, yang nilainya hanya ratusan juta, mirisnya dana tersebut cair di bulan Mei atau Juni, artinya apa? Bahwa di awal tahun hingga tengah tahun sumber daya manusia yang ada di sana puasa sedangkan operasional dan kerja program harus jalan terus,” kata Ira memberikan solusi.

Selanjutnya alternatif mengenai hal tersebut, Ira berpandangan bahwa perlu perubahan struktur, KPID harus di bawah KPI dan dibiayai oleh APBN.

Dalam fit and proper test ini, Ira Diana berulang kali menekankan pada perlunya literasi media yang harus menjadi sebuah gerakan nasional sehingga masyarakat dan juga lembaga penyiaran dapat bersinergi sehingga dapat menyajikan tayangan menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk membangun masyarakat sehat sekaligus menyiapkan generasi emas Indonesia di masa mendatang.

“Kalau Allah subhanahu wa ta’ala mengizinkan dan rida saya membawa manfaat di KPI, insyaAllah ada di sembilan nama tersebut, jika belum tentu ini bukan jalannya dan saya bangga bisa sampai pada tahap ini, berada di tengah-tengah putra putri terbaik di negeri ini,” imbuh Ira saat Pedoman Bengkulu menanyakan proyeksi hasil uji kepatutan dan kelayakan.

Hari ini merupakan hari terakhir uji kepatutan dan kelayakan di DPR, tak lama setelahnya, anggota dewan langsung mengumumkan sembilan nama anggota KPI pusat yang terpilih. [Yusuf]