PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Potret generasi muda mempunyai posisi strategis sebagai pewaris masa depan dunia. Berdasarkan proyeksi dari Biro Sensus Amerika Serikat (United States Census Bureau) pada tahun 2018 terdapat 7,53 milyar jiwa sebagai populasi dunia dan 1,2 milyar dari jumlah populasi dunia adalah para pemuda yang berkisar pada usia 15 hingga 29 tahun. Sebuah angka yang sangat fantastis untuk mengubah dunia. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa para pemuda memiliki tanggung jawab (responsibility) untuk menjawab tantangan dunia dengan segala permasalahan yang kompleks di dalamnya.

Mengusung tema ‘The Implementation of World’s Agenda 2030,’ Asia World Model United Nations (AWMUN) III, salah satu kegiatan bergengsi yang akan mengasosiasikan 2400 pemuda dari seluruh dunia. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi para pemimpin muda dari berbagai negara untuk bertukar pikiran mengenai permasalah dunia dan menciptakan suatu penyelesaian untuk melanjutkan Sustainable Goal Developments (SDGs) atau Pembangunan Berkelanjutan yang tertuang dalam Agenda Dunia 2030.

Ary Andika Pratama, salah satu siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Rejang Lebong, Bengkulu terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia untuk kegiatan AWMUN III kali ini yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, Indonesia dari tanggal 13 hingga 16 November 2019.

“Peserta yang ikut berpartisipasi sudah melalui tahap seleksi yang ketat, karena dari 30321 pendaftar hanya 2400 pendaftar saja yang lulus dan dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Ary Andika kepada Pedoman Bengkulu, Minggu (7/72019).

Terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk kegiatan ini merupakan pencapaian terbesar dalam bagi Ary Andika Pratama. Sebelumnya Ary juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan sering berpartisipasi dalam beberapa kompetisi. Diantaranya ialah organisasi Forum Anak Kabupaten Rejang Lebong yang terfokus kepada permasalahan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Selain itu ia juga aktif di NGO Green Generation Rejang Lebong yang bergerak dalam bidang lingkungan dan pelestarian dunia.

Baru-baru ini ia ikut dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat Provinsi Bengkulu dan mendapatkan juara ke dua. Sebelumnya, dalam lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) mewakili kabupaten Rejang Lebong untuk tingkat Provinsi Bengkulu dan meraih predikat Juara ke-tiga.

“Dengan terpilihnya saya dalam kegiatan AWMUN III ini, saya berharap dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dengan saling bertukar pikiran dan berdiplomasi mengenai masalah dan isu-isu hangat di dunia sekarang ini,” ungkapnya.

Pada awalnya, ia merasa mustahil untuk bergabung dengan delegasi lain dari seluruh dunia dengan dengan berbagai keterbatasan, salah satunya adalah keterbatasan biaya untuk registrasi dalam kegiatan ini. Karena ia harus menyiapkan biaya akomodasi sebesar Rp5.840.000,- dan biaya akomodasi ini tidak termasuk tiket keberangkatan dari Bengkulu ke lokasi kegiatan di Nusa Dua, Bali.

“Sebelumnya, sudah dicoba datang ke Pemda (Pemerintah Daerah Rejang Lebong), namun hasilnya masih nihil, saat ini masih terkendala biaya akomodasi,” imbuh Ary.

Ary Andika Pratama tidak dapat berdiri sendiri, ia mengharapkan dukungan dan bantuan dari pihak lain. Ary Andika Pratama adalah satu-satunya delegasi dari Provinsi Bengkulu dan merupakan salah satu delegasi termuda dari 2400 delegasi dari seluruh penjuru dunia.

Untuk diketahui, AWMUN III adalah edisi ketiga dari AWMUN yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya. Memasuki edisi ketiganya, seluruh delegasi dari seluruh penjuru dunia akan berdiplomasi dan membahas isu-isu terhangat yang harus mendapatkan perhatian dari generasi muda dunia. [Deni Dwi Cahya]