PedomanBengkulu.com, Seluma – Sebanyak tiga paket Pekerjaan jaringan air bersih Pembangunan brondcaptering 3liter/detik di dinas PUPR Seluma tahun 2018, belum diserahterimakan akhir pekerjaan Final Hand Over (FHO). Hal ini dikarenakan, adanya kerusakan pada pekerjaan tersebut. Sehingga pihak PUPR meminta kontraktor untuk memenuhi kewajibannya selama masa pemiliharaan.

Kepala Dinas PUPR Seluma, M. Saipullah, ST melalui Kasi Air Bersih dan Kesehatan Lingkungan, Hendry Yamiko ST mengatakan, masih ada tiga lagi yang belum mengajukan FHO, yaitu, pembangunan jaringan air bersih di Desa Simpur Ijang, Desa Sungai Petai dan Kelurahan kembang mumpo. Setiap Paket tersebut rata-rata dengan anggaran Rp1,5 M yang bersumber dari DAK 2018.

“Kita minta mereka perbaiki dulu yang rusak, setelah itu baru di FHOkan,” tegas Miko kepada wartawan, Minggu 07 Juli 2019.

Dijelaskannya, dinas PUPR juga sudah melayangkan teguran kepada ketiga kontraktor tersebut. Pasalnya, sudah melampaui waktu yang dijadwalkan untuk pelaksana FHO ini jatuh pada tanggal 30 Juni lalu.

“Kita mintak diperbaiki terlebih dahulu. Seperti salah satu pekerjaan tersebut ada pipa yang bocor, tidak terlalu besar biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor tersebut,” jelas Miko.

Ditambahkannya, Jika perusahan tidak memenuhi kewajiban selama masa pemeliharaan, jaminan pemeliharaan sebesar 5 persen dari nilai kontrak akan dicairkan oleh PPK untuk disetorkan ke rekening kas negara dan perusahaan tersebut dikenakan sanksi dimasukkan dalam daftar hitam (black list).

“Intinya, mereka yang tidak kooperatif perusahaannya akan diblacklist dan jaminan 5 persennya akan kita cairkan,” tegas Miko.

Sedangkan, Pembangunan jariangan air bersih, yang sudah dilaksanakan FHO yakni di desa Napalan, Lubuk Lagan di Kecamatan Talo Kecil. [YD]