PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Maraknya tindak kejahatan yang terjadi di Indonesia khususnya Provinsi Bengkulu, pastinya tidak luput dari peran pihak Kepolisian yang terus gencar memberantas tindak kejahatan yang kerap meresahkan masyarakat. Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu melakukan rilis hasil pengungkapan tindak kejahatan pencurian dan pemberatan (Curat), pencurian dan kekerasan (Curas), pencurian sepeda motor (Curanmor) atau yang kerap disebut tindak kejahatan 3C, Senin (8/7/2019).

Dalam rilis yang dipimpin langsung Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman di halaman Mapolres Bengkulu, tercatat sebanyak 517 kasus 3 C yang berhasil diungkap dalam kurun waktu enam bulan, terhitung Januari hingga awal Juli 2019 dan terduga pelaku yang berhasil diamankan sebanyak 372 orang dengan rician kasus curat sebanyak 303 kasus dengan 212 tersangka, kasus curas sebanyak 49 dengan 49 tersangka, curanmor 165 kasus dengan 49 tersangka.

“Pengungkapan ini merupakan kerja keras pihak kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan yang kerap meresahkan masyarakat,” kata Kapolda.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan dari para terduga pelaku tersebut diantaranya, sepeda motor sebanyak 68 unit, mobil sebanyak 5 unit, elektronik sebanyak 21 unit, handphone sebanyak 78 unit, laptop sebanyak 3 unit, senjata api 2 buah, senjata tajam 5 buah, uang tunai sebesar 12 juta rupiah dan 10 ekor ayam.

Ditambahkan Kapolda, berdasarkan wilayah, kasus curat terbanyak terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu, kemudian Polres Bengkulu Selatan, Polres Rejang Lebong. Sedangkan untuk kasus curas, terbanyak di Polres Bengkulu, kemudian disusul Polres Rejang Lebong dan Polres Kepahiang. Untuk curanmor terbanyak di Polres Bengkulu, lalu Polres Kepahiang dan Polres Bengkulu Selatan.

“Kita dari pihak kepolisian akan terus bekerja keras untuk mengungkap para pelaku kejahatan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat khususnya Provinsi Bengkulu,” ucap Kapolda.[Anto]