PedomanBengkulu.com,seluma – Pekerjaan proyek peningkatan Jalan Provinsi Desa Durian Bubur- Desa Pasar Talo dengan anggaran sebesar Rp14 Miliar lebih yang dikerjakan oleh PT Senata Jati Pura KSO sudah tiga minggu terakhir tidak ada aktifitas para pekerja pekerjaan jalan tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Talo, Idham mengatakan, bahwa pengerjaan jalan tersebut sudah berhenti sejak tiga minggu terakhir, sehingga material dari proyek tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Apalagi pada cuaca yang panas membuat debu yang bertaburan tanpa ada penyiraman dari pihak kontraktor.

“Sepengetahuan saya ini sudah mulai berhenti sejak beberapa minggu terakhir ini, sehingga material dari proyek tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Mana Debu yang juga sangat menggangu,” ungkap Idham kepada wartawan, Selasa 16 Juli 2019.

Ditegasakannya, proyek yang dalam papan pengerjaan tersebut akan diselesaikan dalam waktu selama 180 hari, juga ditakutkan tidak selesai dalam jangka waktu yang telah ditetapkan lantaran proses pengerjaan yang terhenti saat ini.

“Kalau waktunya yang tertera itu selesai 180 hari kerja, namun kalau tetap seperti ini pengerjaannya takutnya tidak selesai tepat waktu. Kalau nanti sudah mepet waktu baru dikerjakan ditakutkan tinggal kerja asal-asalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Provinsi, Jonaidi SP menegaskan, pihak kontraktor untuk segera melaksanakan pekerjaan fisik sesuai dengan progres dan persentase dalam schedule yang sudah ditetapkan dalam kontrak. Kontraktor harus tunjukkan kemampuan material, alat dan tenaga kerja seperti yang ditetapkan dalam kontrak.

“Masyarakat sangat memperihatikan dan memberi atensi serta pengawasan pada link jalan ini, karena sudah belasan tahun jalan ini tidak pernah dilakukan pembangunan dan peningkatan. Masyarakat sangat berharap baik secara kualitas dan kuantitas jalan ini dilaksanakan maksimal,” tegas Jonaidi.

Disampaikannya, terkait mandeknya pekerjaan tersebut, pihaknya akan memberi masukan dan teguran kepada dinas PU melalui PPTKnya agar menindaklanjuti masukan masyarakat ini.

“Nanti kita Komisi III akan kirim surat teguran ke PPTK dan Kontraktornya. Pekerjaan ini jangan sampai terlambat lagi seperti pekerjaan pada tahun tahun sebelumnya,” jelas Jonaidi. [YD]