Illustrasi

PedomanBengkulu.com, Seluma – Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Seluma, kasus asusila sepanjang tahun 2019 mencapai 22 kasus. Kasus terbanyak di Kecamatan Seluma Selatan.

Hal ini disampaikan, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dinas DP3AP2KB, Meli A Atian Sukaisi. Dikatakannya, sepanjang tahun 2019 dari Januari sampai sekarang sebanyak 22 kasus. Dari kasus tersebut pihaknya melakukan pendampingan. Seperti kasus terjadi baru-baru ini di Kecamatan Seluma Selatan, yang saat ini masih diproses oleh Kepolisian Polres Seluma, pihaknya melakukan jangkauan dan pendampingan terhadap korban dan kedua pelaku yang masih di bawah umur.

“Dari kasus tersebut kita lakukan pendampingan. Seperti yang kasus terbaru saat ini lagi diproses di Polres, hari ini kita datangkan psikolog untuk mendampingi korban dan kedua pelaku,” kata Meli, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, dalam melakukan pencegahan secara dini kasus asusila dibutuhkan dukungan peran dari satgas PPA di desa, Kemenag, diknas dan dinkes, tidak cukup dilakukan oleh dinas DP3AP2KB. Sedangkan dari kementrian PPA meminta daerah membentuk satgas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“Satgas PPA sudah ada dibentuk, namun masih belum lengkap. Saat ini kementrian meminta kita juga membentuk satgas PATBM,” jelas Meli.

Sementara itu, Bupati Seluma Bundra Jaya turut perihatin akan kembali terjadinya kasus-kasus asusila yang acap kali terjadi di Kabupaten Seluma ini. Selain dari Individu pelaku itu sendiri, dirinya juga meminta agar pihak orang tua aktif dalam pengawasan terhadap anaknya.

“Kita doakan tidak terjadi lagi, selama sering didatangkan pengajian, masjid taklim, ustad dalam sosialisasi kemasyarakat. Masih terjadi, berarti itu perilaku individunya, mungkin pengaruh dari internet. Dengan itu para orang tua harus aktif dalam pendekatan dan pengawasan terhadap anak-anaknya,” tegas Bupati. [YD]