PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu akan menambah lima shelter baru penjaringan perapatan Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) atau alat sensor pendeteksi gempa bumi dengan potensi tsunami sebanyak lima titik di Provinsi Bengkulu.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Kepala BMKG Bengkulu Kukuh Ribudiyanto saat kegiatan Sosialisasi Agroklimat di Hotel Grage Horizon, Selasa (6/8/2019).

Disampaikan Kukuh Ribudiyanto, penambahan selter nantinya akan dipasang dibeberapa wilayah di Bengkulu sebanyak lima titik.

“Satu titik kita pasang di Mukomuko tepatnya dikawasan rumah karyawan PT. Agro Muko di Kecamatan Air Dikit, Bengkulu Utara kita bangun dua unit yang terletak di Desa Padang Jaya dan Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya. Kemudian, di Kantor Camat Ulu Talo Kabupaten Seluma satu unit,” jelas Kukuh Ribudiyanto.

Ditambahkan Kukuh Ribudiyanto alat tersebut juga dipasang memantau pergerakan Patahan Semangko yang ada di daratan Bukit Barisan.

“Ada sumber gempa di Bukit Barisan yang kita sebut Patahan Semangko, ada juga patahan Musi Hulu di Kepahiang, kita juga pasang sensor di kanan kirinya agar mendeteksi lebih akurat. Kalau di sebelah baratnya Bengkulu ada lempengan, nah didaratan ada Patahan Semangko,” pungkas Kukuh menjelaskan secara detail.

BMKG Bengkulu saat ini sudah memiliki 9 sensor yang mendeteksi titik terjadinya gempa dan akan ditambah 5 lagi untuk mendapatkan data yang lebih akurat.

“Kita sudah punya 9 sensor dan sekarang ditambah 5 menjadi sebanyak 14 titik di Bengkulu. Mudah-mudahan akurasi menangkap getaran gempa lebih cepat. Karena sesuai SOP jika terjadi gempa selama lima menit harus segera menginformasikan ke masyrakat dengan data seadanya,” terang Kukuh.

Ditambahkan kukuh nanti juga akan dipasang CCTV khusus memantau aktivitas laut jika terjadi tsunami.

“Untuk pemasangan CCTV mudah-mudahan lelangnya terealisasi karena ada potensi megathurst Enggano dan Mentawai yang kita pantau disamping sensor, CCTV itu memantau lautan jika terjadi tsunami. Nanti kita rencanakan di pasang di Muko-Muko,” tutup Kukuh Ribudiyanto. [Yusuf]