Mustofa Rickey Alamsyah

Ya Allah, aku mohon ampun atas segala dosaku, dari hambamu, kepada-Mu dzat yang maha sempurna, maha kuasa, maha segalanya di atas segala sesuatunya.

Ya Allah, apa yang aku tulis ini adalah ungkapan hatiku yang teramat dalam. Sebenarnya, aku tak sanggup menuliskan satu huruf saja didalam tulisan ini, sebab begitu banyaknya nikmat dan pertolongan yang telah engkau berikan kepadaku.

Ya Allah, rasanya lidah ini juga hanya mampu sekedar menceritakan apa yang sedang aku alami saat ini. Begitu keluh rasanya, terasa sangat berat hati untuk mengutarakan semuanya kepada manusia lainnya.

Namun apalah dayaku, aku ini hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki siapa-siapa kecuali diri-Mu wahai Rabb semesta alam.

Sementara mereka yang berkata kepadaku, bukankah Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial? lalu mengapa kamu tidak mau menceritakannya kepadaku? padahal siapa tahu aku bisa memberikan solusi kepadamu, atau cobalah ceeritakan masalahmu kepada orang yang kamu percaya, barangkali itu bisa membuatmu merasa tenang.

Aku hanya tersenyum, sesungguhnya engkau maha tahu atas segala apa yang ada pada diriku.

Ya Allah, aku tidak pernah menyesal engkau telah menciptakanku di dunia ini, bahkan aku bisa seperti sekarang ini adalah berkat kemurahan hatimu.

Namun, yang aku sesali adalah mengapa aku tidak bisa menjadi hambamu yang selalu bisa membuatmu tersenyum dan bangga kepadaku. Aku selalu membuatmu marah karena perbuatan-perbuatanku, aku juga sering membuatmu kecewa karena ulah-ulahku.

Ya Allah, sesungguhnya aku tahu tentang pembicaraan mereka terhadapku, aku tahu rasa tidak suka mereka kedapaku karena sifatku yang keras ini.

Ya Allah, saat ini aku merasa sudah menjadi orang yang sangat menyebalkan karena sifatku. Namun, sesungguhnya hanya engkau yang maha tahu atas apa yang aku lakukan.

Ya Allah, aku hanya ingin yang terbaik bagi mereka semua. Sepeti perkataan-Mu, “sesungguhnya umat Muslim itu bersaudara, maka sayangilah mereka seperti engkau menyayangi dirimu sendiri”.

Aku sangat menyayangi mereka dan menjadikan mereka semua saudara seperjuanganku, aku rela mengorbankan waktuku untuk mereka walaupun saat itu aku harus melakukan aktifitas yang lain.

Aku keras terhadap mereka bukan karena aku membenci mereka, tetapi justru aku ingin mereka kuat dan siap untuk membela agama Islam yang mulia ini.

Ya Allah, aku telah melihat pada zaman ini bahwa kaum muslimin berada dalam belenggu orang-orang kafir, akhirat mereka lupakan dan menyanjung-nyanjung kehidupan dunia.

Aku telah melihat pecahnya umat Islam dan lemahnya karakter para pemuda-pemudi Islam.

Aku telah melihat di bodohnya kaum muslimin dengan aturan-aturan kaum liberal, hingga kaum muslimin merasa enggan untuk menolong saudara mereka yang ada di belahan bumi-Mu yang lain!

Segala puji bagi Mu yang telah menghendakiku untuk bisa melihat itu semua, maha suci Engkau yang telah merubah pula sifatku yang dahulu mungkin ada rasa takut menjadi garang seperti singa.

Ya Allah, aku tidak takut dengan perkataan mereka dan aku tidak akan mundur dari jalan Mu yang mulia ini, hanya karena rasa tidak suka mereka terhadapku.

Aku tidak perduli jika mereka mengatakanku “Garis Keras”.

Aku sudah cukup melihat dan mendengar, aku tidak mau lagi menjadi orang yang hanya bisa berkata “Prihatin” atau “Kasihan”, aku mau menjadi pembela-Mu.

Ya Allah, aku tidak memiliki siapa-siapa kecuali diri-Mu, maka bantulah aku. Jika aku salah, maka berilah peringatan kepadaku.

Aku tidak mau jika suatu saat nanti, aku bertemu dengan-Mu, sedangkan orang-orang Islam disekitarku masih dalam keadaan lemah.

Aku tidak mau jika nanti engkau meminta pertanggung jawaban dariku kemudian aku tidak bisa berkata apa-apa.

Aku mau jika nanti engkau memerintahkan malaikat Izroil untuk mengambil nyawaku, umat islam sudah kembali bersatu dan dalam keadaan kuat.

Engkau maha tahu bagaimana aku mendidik para binaan-binaanku.

aku telah mempersiapkan mereka untuk menjadi para panglima dan Singa-Mu. Mudah-mudahan dari merekalah nanti akan tumbuh tunas-tunas baru yang kuat.

Sesungguhnya aku hanyalah pembuka jalan bagi mereka sampai akhirnya engkau memindahkanku ke bumi 37 untuk mengemban misi dakwah yang lainnya.

YA Allah, semoga engkau menjadikan mereka binaan-binaanku orang-orang yang kuat, orang-orang yang cerdas dan berakhlak baik.

Mudah-mudahan lewat tangan-tangan merekalah nantinya akan timbul para pemimpin yang cerdas, tentara yang ikhlas yang berjuang hanya karena Allah.

Ridhoilah pergerakanku ya Rabb dan gentarkanlah musuh-musuhku, karena tidak ada penakluk yang lebih berkuasa melainkan diri-Mu. Amin. [Mustofa Rickey Alamsyah]