PedomanBengkulu.com, Seluma – Mediasi antara Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma terkait dugaan indikasi pelanggaran HAM saat relokasi pedagang Pasar Tais, Kecamatan Seluma ke Pasar Induk Kelurahan Sembayat, Kecamatan Seluma Timur, temui jalan buntu tidak ada hasil kesepakatan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Kadis Perindagkop) Seluma, H. Mulyadi, S.Sos dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Drs. Rusyikin tetap bersikukuh dengan keputusan masing-masing. Pemkab Seluma bertahan bahwa pemindahan pedagang Pasar Tais ke Pasar Induk Sembayat telah sesuai dengan prosedur dan tidak ada indikasi pelanggaran HAM.

Baca: Dugaan Pelanggaran HAM Pemindahan Pasar Tais Dimediasi

Sebaliknya perwakilan pedagang menyebut pemindahan pedagang Pasar Tais ke Pasar Induk Sembayat tersebut terkesan memaksa sehingga hak sosial sebagai masyarakat terampas dengan adanya pemindahan ini.

“Pedagang yang masih menggugat ini adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi Pasar Tais, yang nota bene memang ada kepentingan di Pasar tersebut,” ujar Kepala Dinas Prindakop dan UKM Mulyadi kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Sampai Mulyadi, semua sarana telah lengkap yang semuanya diperuntukan untuk pindahan pedagang Pasar Tais. Sehingga tidak ada lagi alasan pedagang untuk tetap bertahan berjualan di Pasar Tais yang saat ini kondisinya sudah tidak lagi untuk digunakan sebagai tempat berjualan.

“Untuk memastikan ini, kita telah ajak pihak Komnas HAM meninjau langsung Pasar Induk Sembayat. Agar mereka mengetahui kesiapan kita dalam merelokasi pedagang Pasar Tais ini, Pemda sudah menyiapkan tempat yang layak dan bagus,” ujar Mulyadi.

Baca juga: Dimediasi Komnas HAM, Pemkab Tegaskan Pemindahan Pasar Tais Sesuai Prosedur

Sementara itu LBH APKB yang mendampingi pedagang lasar tais Melyan Sori, mengatakan tetap mengharapkan Pemkab Seluma dapat menfasilitasi keinginan pedagang Pasar Tais untuk dicarikan lahan sebagai pengganti lahan Pasar Tais saat ini.

“Pasar inikan mempunyai nilai sejarah, sehingga mereka ini tetap mempertahankan Pasar Tais ini. Kami mendukung Pasar Induk Sembayat, namun kami minta Pemkab juga mendengarkan permintaan kami ini. Solusi dari pedagang bersedia ditutup dengn catatan ada pasar dikelurahan Pasar Tais, sepanjang belum ada Pasar baru pedagang diberikan keleluasaan untuk berdagang di Pasar Pais,” tegas Melyan Sori.

Sedangkan, Komisioner Komnas Ham Munafrizal Manan, mengatakan
komnas ke Seluma dalam rangka menindaklajuti laporan warga. Pihaknya sudah mengupayakan mediasi antara pedagang Pasar Tais dan Pemkab Seluma.

“Kita lakukan mediasi kesepakatan mana yang bisi dicapai,” jelasnya.

Namun, saat dikonfirmasi terkait hasil Mediasi Komisoner Komnas Ham tidak mau menjawab, dan mengalihkan untuk meminta keterangan dari pihak Pemkab maupun Pihak Pedagang. [YD]