PedomanBengkulu.com, Seluma – Maraknya pengecer BBM yang meramba disetiap Pom Bensin di wilayah Kabupaten Seluma mengakibatkan antrin panjang dan kelangkaan BBM. Namun diketahui, tidak satupun pengecer di Kabupaten Seluma yang memiliki surat rekomendasi untuk penerbitan izin dari dinas Perdagangan, Industri, Koprasi dan UKM (Perindagkop-UKM) Seluma.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Prindagkop-UKM Seluma Mulyadi kepada wartawan mengatakan, bahwa belum ada satupun surat rekomendasi izin yang diterbitkan oleh pihaknya.

“Tak satupun pengecer di Seluma, yang kita terbitkan surat rekomendasi, ” tegas Mulyadi, Kamis (29/8/2019).

Sampai Mulyadi, dengan maraknya pengecer ilegal di setiap SPBU di Seluma ini, pihaknya meminta dalam penyaluran di SPBU untuk tetap mengawasi dan teliti kendaraan pengecer yang sudah dimodifikasi dan kendaraan yang mengunjal.

“Pihak SPBU harus betul-betul selektif terhadap pengawasan motor dan mobil yang melampaui batas untuk tidak usah dilayani,” ujar Mulyadi.

Ditambahaknnya, jika memang masih ada pengecer yang bandel, pihak SPBU bisa melaporkan ke pihak penegak hukum. Sesuai aturan pihak SPBU wajib mengawasi.

“Masih ada yang bandel laporkan ke penegak hukum,” tegas Mulyadi lagi.

Sesuai dengan surat edaran Nomor 3865.e/KABPH/2019 tentang Pengendalian Kuota Bahan Bakar Minyak Tertentu 2019. Dengan itu SPBU dapat bertindak dan melakukan pengawasan dalam penyaluran jenis Bahan Bakar Minyak(BBM) Tertentu. Termasuk menindak dan melaporkan sejumlah pengguna BBM yang tidak sesuai peruntukkannya.

“Saat ini dari tiga SPBU yang ada kita minta bertindak tegas dan mengimplementasikan surat edaran Nomor 3865.e/KABPH/2019 tentang Pengendalian Kuota Bahan Bakar Minyak Tertentu 2019,” jelas Mulyadi.

Dalam edaran tersebut, jelas disampaikan Dilarang menggunakan JBT Jenis Minyak Solar bagi kendaraan bermotor untuk pengangkutan hasil perkebunan, kehutanan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari 6 (enam) buah dalam kondisi bermuatan ataupun tidak bermuatan. Maksimal pembelian JBT Jenis Minyak Solar untuk angkutan barang roda 4 (empat) sebanyak 30 liter kendaraan hari, roda 6 (enam) atau lebih sebanyak 60 liter kendaraan/hari dan kendaraan pribadi sebanyak 20 liter kendaraan per hari. Dilarang menggunakan JBT Jen is Minyak Solar untuk kendaraan bermotor dengan tanda nomor kendaraan berwarna dasar merah, mobil TNI/ Polri, sarana transportasi air milik Pemerintah. Dilarang menggunakan JBT Jenis Minyak Solar untuk mobil tangki BBM, CPO, dump truck, truck trailer, truk gandeng dan mobil molen (pengaduk semen). Dilarang melayani pembelian JBT Jenis Minyak Solar untuk Konsumen Pengguna. Usaha Mikro Usaha Perikanan, Usaha Pertanian, Transportasi air yang lain. Serta dua aturan lainnya.[YD]