PedomanBengkulu.com, Seluma – DPRD Seluma meminta Pemda Seluma dapat melakukan revisi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Seluma.

Hal ini disampaikan, Waka II DPRD Seluma, Okti Fitriani bahwa sejumlah potensi Pendapatan Asli Daerah(PAD) cukup besar jika dilakukan revisi seperti banyak lahan wilayah yang tidak masuk, harus dipetakan dimana wilayah-wilayah yang benar-benar cagar alam, Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Perumahan serta Industri.

“Banyak wilayah-wilayah yang masih terbentur dengan RTRW. Dengan itu harus di revisi ulang letak dan wilayah, agar pembangunan seluma bisa teratur dan ditata rapi, seperti pembangunan perumahan, industri, HPT dan cagar alam serta perternakan,” kata Okti kepada wartawan, Jumat (2/8/2019).

Disampaikannya, Pemda melalui dinas PUPR seluma dalam perubahan RTRW ini, memang harus membutuhkan kajian-kajian yang tepat. Sehingga mereka harus turun ke lapangan berkordinasi dengan Camat serta Kepala Desa, karena memang mereka yang mengetahui lokasi.

“Perubahan tersebut memang butuh kajian, sehingga dinas harus turun kordinasi dengan camat maupun kades,” jelas Okti.

Ditambahkan, revisi RTRW ini juga agar juga dapt membantu investor yang terganjal untuk menanamkan modalnya, sehingga berdampak pada penarikan restribusi, dengan demikian PAD tidak bisa mencapai target. Dengan itu, Revisi RTRW bisa dianggaran pada anggaran APBDP tahun ini.

“Harus segera di revisi, sehingga dapat dianggarakan di APBD perubahan supaya seluma bisa melaksanakan pembangunan secara teratur,” ujar Okti.

Sebelumnya, Angota DPRD Seluma Fraksi Gerindra, Nur Ali mengatakan, revisi RTRW ini bisa menambah, sejumlah potensi Pendapatan Asli Daerah(PAD) cukup besar jika dilakukan revisi seperti pada tataruang galian C dan tata ruang pergudangan.

“Jika di Kecamatan Talo diperbolehkan untuk galian C dan Sukaraja diakomodirnya untuk perumahan maka akan dipastikan PAD akan berlimpah bagi kabupaten Seluma,” ujar Nurali.

Sedangkan, tidak adanya aturan dalam perda tersebut banyak sekali pengusaha dan investor yang terganjal untuk menanamkan modalnya, sehingga berdampak pada penarikan restribusi, dengan demikian PAD tidak bisa mencapai target. Sehingga solusinya adalah Pemkab Seluma harus segera merubah RTRW, sehingga penarikan PAD bisa berjalan dengan baik.

“Bukan pergudangan saja, tapi juga harus perumahan mengingat kawasan ini strategis mengingat berbatasan dengan Kota Bengkulu. Begitu juga dengan galian C yang potensi cukup besar di kawasan Talo,” sampainya. [YD]